Rabu, 19 Juni 2013

Time Out

Museum Polri Alternatif Liburan Bagi Anak Anda

2012-07-05 16:39:00

Jadwal liburan anak sekolah masih panjang, banyak orang tua yang bingung mencari tempat liburan yang menarik dan edukatif untuk anak-anaknya. Wisata Museum adalah salah satu pilihan menarik dan bernilai edukatif untuk anak. Di Jakarta banyak pilihan museum-museum yang dapat dikunjungi, namun ada satu museum yang wajib anda kunjungi beserta buah kasih anda, yaitu Museum POLRI.

Sewaktu kecil, kita mungkin ada yang bercita-cita menjadi polisi. Polisi yang sudah ada bahkan sejak Anda belum lahir, telah melalui berbagai masa pemerintahan dan tetap bertahan hingga sekarang. Untuk melihat jejak-jejak sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) kita dapat menemukannya di Museum POLRI.

Museum POLRI yang berada di Jl. Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menampilkan ribuan foto dan berbagai benda bersejarah yang disajikan secara apik dan dilengkapi dengan fasilitas multimedia interaktif.

Di dalam museum yang didirikan 29 Juni 2009 ini, tertuang kisah perjalanan POLRI dari zaman kemerdekaan, masuk ke dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia hingga terpisah dari ABRI, dan menuju POLRI mandiri dan profesional.

Ide pembangunan Museum POLRI dicetuskan oleh Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dengan tujuan melestarikan nilai-nilai kesejarahan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan pewarisannya kepada generasi mendatang.

Kegiatan favorit anak-anak lainnya saat berkunjung ke Museum POLRi adalah mereka bisa masuk dan berfoto ria di dalam transportasi Kepolisian RI, mulai dari mobil polisi, helicopter sampai tank.

Museum Polri buka untuk umum dari hari Selasa-Minggu mulai pukul 08.00-15.00 WIB dan bebas biaya masuk. Pengunjung cukup meninggalkan KTP dan menitipkan barang-barang bawaan di lobi depan. Sambutan petugas jaga sangat baik, dan mempermudah masuknya kendaraan, sehingga tidak ada sedikitpun kesan menakutkan untuk mengunjungi museum ini.

Hall of Fame & Ruang Koleksi Museum POLRI
Salah satu ruangan yang ada di museum ini adalah hall of fame. Ini adalah ruangan yang yang ditujukan untuk memperkenalkan tokoh-tokoh pemimpin kepolisian Indonesia, nilai-nilai organisasi, serta tradisi kepemimpinan.

Anda juga bisa melihat koleksi senjata yang dimiliki museum seperti senapan Grand M1, senapan karabin Lee Enfield, senapan Mauser, senapan bren MK-II, roket SPG 82 dan HMG/SG 43.

Perlengkapan POLRI seperti motor patroli, koper identifikasi sidik jari, alat pendeteksi kebohongan, kamera single Yashica 635 yang digunakan untuk pemotretan TKP, Kamera Polaroid 195 Land Camera, dan lain sebagainya juga bisa kita lihat.

Kid's Corner Museum POLRI
Selain itu, Museum POLRI juga menyediakan ruang khsus untuk anak-anak di lantai dua (Kid's Corner). Di ruangan ini, anak-anak diberikan informasi tentang fungsi dan tugas seorang polisi di dalam masyarakat dengan cara yang mengasyikkan.

Anak-anak juga diberikan kesempatan menjadi detektif dalam sehari dengan melacak pencuri menggunakan hewan peliharaan, mengamati jejak dan petunjuk, dan berpikir ala petugas reserse.

Berbagai sarana permainan interaktif, buku pengetahuan juga tersedia di ruangan ini. Ditambah lagi Anak-anak diberi kesempatan berfoto dengan mengenakan seragam polisi.

Tampaknya pojok untuk anak-anak ini memang bisa digunakan untuk memperkenalkan sisi lain dari polisi, dan bisa jadi menjadi awal ketertarikan anak-anak ini untuk mengabdi kepada bangsa di kemudian hari.

Area DENSUS 88 & Sekolah Kepolisian
Bergerak ke lantai tiga adalah wilayah yang memamerkan area Densus 88 dengan berbagai pajangan tentang bom terorisme. Serpihan baterei pemicu bom, ponsel, maupun peralatan lain yang digunakan teroris, dipamerkan di sini. Lalu ada miniatur gedung yang berantakan akibat bom.

Di bagian lain lantai 3 ini, hal yang menarik bagi anak-anak ini justru tentang sekolah/pendidikan polisi. Mulai dari sekolah bintara, taruna sampai sekolah polisi untuk lulusan sarjana. Meskipun tidak banyak barang yang dipamerkan di sini, namun kita bisa membaca syarat-syarat tes fisik untuk menjadi calon polisi. Misalnya untuk lari 100 meter, calon polisi laki-laki maksimum dijatah waktunya 14 detik. Sementara untuk calon polisi perempuan, pada jarak yang sama, maksimum 20 detik.

Bila ingin mengetahui informasi lebih lanjut sebelum mengunjungi museum, Anda bisa mengunjungi situs museumpolri.go.id

Dari berbagai sumber. (HW)