Time Out
Hari ini Bumi Rasakan Efek Badai Matahari
2012-01-25 12:20:00
Badai matahari mengganggu satelit dan komunikasi pesawat udara.(nasa)
Bumi dibombardir partikel-partikel tenaga tinggi akibat badai matahari terkuat sejak 2005, kata para ilmuan.
Partikel-partikel tersebut menjadi ancaman bagi satelit dan astronot karena bisa merusak peralatan elektronik.
Tetapi hal ini juga bisa mengganggu komunikasi pesawat-pesawat udara yang melintas dekat wilayah kutub.
Badai geomagnetis ini disebabkan oleh letusan suar matahari yang terjadi Senin (23/1).
Efek badai ini akan dirasakan di bumi sepanjang hari Rabu (25/1) ini .
Dampak lain badai partikel ini adalah penampakan aurora atau 'cahaya utara,' di kawasan selatan bumi, atau lebih jauh dari biasanya.
Juru bicara badan antariksa AS, Nasa, mengatakan ahli-ahli penerbangan dan ilmuan matahari telah membuat model perkiraan dampak letusan suar tersebut.
Mereka memutuskan bahwa enam astronot di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) tidak perlu mengambil tindak pencegahan untuk melindungi diri mereka dari banjir partikel.
Suar matahari disebabkan letusan mendadak energi magnetis yang tersimpan di atmosfer matahari.
Peristiwa ini disebut dengan pengeluaran massal korona (CME), yaitu semburan partikel-partikel bermuatan ke antariksa.
Pusat Cuaca Antariksa Goddard Nasa memprediksi bahwa CME bergerak dengan kecepatan 2.200 km/detik ketika mencapai magnetosfir bumi, yaitu selubung magnetis planet Bumi pada Selasa pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB.
Hal ini akan berdampak pada teknologi di Bumi seperti tenaga listrik, sistem komunikasi dan satelit, termasuk sinyal navigasi satelit.
Pada 1972, badai geomagnetis memicu letusan matahari yang melumpuhkan komunikasi telepon jarak jauh di seluruh negara bagian Illinois, AS.
Dan pada 1989, badai lain membuat enam juta orang terpaksa hidup tanpa listrik selama beberapa waktu di provinsi Quebec, Kanada.
Namun seorang juru bicara Pusat Prediksi Cuaca Antariksa AS mengatakan efek letusan matahari kali ini lebih rendah dari dua badai sebelumnya.
sumber : bbc
Partikel-partikel tersebut menjadi ancaman bagi satelit dan astronot karena bisa merusak peralatan elektronik.
Tetapi hal ini juga bisa mengganggu komunikasi pesawat-pesawat udara yang melintas dekat wilayah kutub.
Badai geomagnetis ini disebabkan oleh letusan suar matahari yang terjadi Senin (23/1).
Efek badai ini akan dirasakan di bumi sepanjang hari Rabu (25/1) ini .
Dampak lain badai partikel ini adalah penampakan aurora atau 'cahaya utara,' di kawasan selatan bumi, atau lebih jauh dari biasanya.
Juru bicara badan antariksa AS, Nasa, mengatakan ahli-ahli penerbangan dan ilmuan matahari telah membuat model perkiraan dampak letusan suar tersebut.
Mereka memutuskan bahwa enam astronot di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) tidak perlu mengambil tindak pencegahan untuk melindungi diri mereka dari banjir partikel.
Suar matahari disebabkan letusan mendadak energi magnetis yang tersimpan di atmosfer matahari.
Peristiwa ini disebut dengan pengeluaran massal korona (CME), yaitu semburan partikel-partikel bermuatan ke antariksa.
Pusat Cuaca Antariksa Goddard Nasa memprediksi bahwa CME bergerak dengan kecepatan 2.200 km/detik ketika mencapai magnetosfir bumi, yaitu selubung magnetis planet Bumi pada Selasa pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB.
Hal ini akan berdampak pada teknologi di Bumi seperti tenaga listrik, sistem komunikasi dan satelit, termasuk sinyal navigasi satelit.
Pada 1972, badai geomagnetis memicu letusan matahari yang melumpuhkan komunikasi telepon jarak jauh di seluruh negara bagian Illinois, AS.
Dan pada 1989, badai lain membuat enam juta orang terpaksa hidup tanpa listrik selama beberapa waktu di provinsi Quebec, Kanada.
Namun seorang juru bicara Pusat Prediksi Cuaca Antariksa AS mengatakan efek letusan matahari kali ini lebih rendah dari dua badai sebelumnya.
sumber : bbc
Time Out
- Seorang Anak Dikurung di Toilet Selama 10 Tahun oleh Ayahnya
- Video Musik 'Dara' Milik Ariel Peterpan Diunduh Lebih Dari 40 ribu
- Aksi Katy Perry Panaskan Ribuan Penggemarnya di Sentul
- Guru Jujur Laporkan Trilyunan Rupiah di Rekeningnya
- Pos Indonesia Luncurkan Perangko Naga Air
- Penggemar akan Dirikan Museum Rhoma Irama
- Duta Wisata , KRI Dewaruci Keliling Dunia
- Andrea Hirata Tekankan Riset Bagi Penulis Pemula
- Film Seri Mandela Sedang Disiapkan
- Tim 7 Summit Indonesia Capai Puncak Gunung Vinson Massif
NEWS UPDATE
- Gunung Salak dan Pesawat Terbang
- Polda Undang Semua Cagub dan Cawagub
- Polisi akan Bubarkan Konser Lady Gaga
- Tidak Ditahan Meski Sudah Divonis 2 Tahun Penjara
- Konser Lady Gaga Tak Dapat Rekomendasi Polda Metro Jaya
- Oknum Polisi Nyaris Serang Terdakwa
- Anggun Akan Tampil di Eurovision Song Contest 2012
- Kotak Hitam Sukhoi Masih Dicari
- Manchester City Juara Liga Inggris
- Posko Evakuasi Dipindahkan



