Rabu, 19 Juni 2013

Nasional

Yenny Wahid dan Kartini Syahrir Bentuk Partai Baru

2012-07-12 23:23:00

Ketua Umum Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara Yenny Wahid bergandengan tangan dengan Kartini Syahrir yang memimpin Partai Perjuangan Indonesia Baru. Hasilnya, lahir partai bernama Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru.

"Corak politik kami dipertemukan keinginan yang sama, yaitu keinginan untuk bangkitnya sebuah Indonesia yang baru, makmur, demokratis, berkeadilan, dan majemuk," kata Yenny dalam pidatonya saat acara Deklarasi PKBIB di Jakarta, Kamis (12/7).

PKBIB, kata Yenny, adalah perwujudan pemikiran politik Gus Dur dan Syahrir. Teori Gus Dur yang mengedepankan kemajemukan dalam berbangsa serta mengayomi kelompok-kelompok minoritas dipadu dengan visi Syahrir yang mengedepankan sikap pluralis dan rasionalitas dalam berpolitik.

Sementara itu, Kartini Syahrir yang juga Ketua umum Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), mengaku lega setelah partainya bergabung menjadi satu dengan Partai Kemakmuran Bangsa Nasional (PKBN) menjadi Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB).

"Saya berbahagia bisa meninggalkan Partai PIB dan menyerahkannya kepada Mbak Yenny," ujar Kartini.

Keputusan penggabungan tersebut, kata Kartini, berawal dari tawaran Yenny, dua bulan lalu. Ia mengibaratkan tawaran tersebut sebagai sebuah pinangan dari jodoh yang telah ditunggu-tunggu sejak lama.

Sebelumnya, PKBN yang dipimpin Yenny Wahid tidak lolos verifikasi untuk mendapatkan badan hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sedangkan PPIB merupakan salah satu peserta Pemilu 2009. Partai tersebut memiliki anggota DPRD tingkat I dan II di sejumlah daerah, seperti Provinsi Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

Dengan bergabungnya dua partai ini, otomatis PKBIB telah memiliki badan hukum. Namun, untuk mengikuti Pemilu 2014, mereka harus mengikuti verifikasi di Komisi Pemilihan Umum. (gbs)