Nasional
RUPS PT MITRABAHTERA SEGARA SEJATI TBK, 40% Pertumbuhan Pendapatan Tahun 2011
2012-05-23 20:01:00
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), Perusahaan barging dan transshipment yang baru genap setahun go public ini membukukan pertumbuhan yang menggembirakan sepanjang periode satu tahun 2011 lalu. Pendapatan perusahaan bertumbuh 40% dari Rp 763,32 Milliar pada tahun 2010 menjadi Rp 1,07 Triliun pada tahun 2011.
" Kami sangat gembira bisa menyampaikan kepada investor bahwa selama tahun 2011 kami mencatat pertumbuhan pendapatan 40% dibanding periode satu tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini diperoleh dengan tiga kontrak baru untuk barging dan satu kontrak baru untuk transshipment serta bertambahnya volume dari existing contract " ujar Rico Rustombi Presiden Direktur MBSS.
MBSS sepanjang tahun 2011 membukukan pendapatan barging sebesar Rp 805,25 Milliar atau mencerminkan 75% dari total pendapatan Perusahaan sementara pendapatan dari transshipment atau floating crane sebesar Rp 263,39 Milliar.
Pertumbuhan pendapatan yang kuat ini memperkokoh posisi MBSS sebagai salah satu penyedia jasa logistik terpadu angkutan batubara di Indonesia dan akan menjadi platform bagi pertumbuhan yang berkesinambungan di tahun-tahun mendatang.
Direktur Corporate Planning MBSS, Ika Bethari menjelaskan "Dengan total 66 fleets yang dimiliki pada akhir tahun 2011 dan jumlah klien yang cukup banyak (diversified client based) yang sebagian besar merupakan produsen batubara first tier, MBSS lebih fleksibel dalam mengalokasikan fleets yang dimilikinya sehingga mengoptimalkan utilisasi secara keseluruhan yang pada akhirnya meningkatkan keunggulan kompetitif Perusahaan".
Pertumbuhan ini didukung dengan perencanaan belanja modal (capital expenditures) yang matang dimana pada tahun 2011, Perusahaan telah memesan tambahan 24 fleets barging untuk memperkuat armada barging sebanyak 48 fleets yang dimiliki pada awal 2010.
Rico Rustombi menjelaskan bahwa sepanjang 2011, MBSS dapat mempertahankan EBITDA Margin di level 44% dan Gross Margin 40%. "Margin yang tinggi ini menyebabkan industri logistik batubara ini menjadi semakin lucrative sehingga banyak pemain baru yang masuk. Fokus kami tetap untuk memberikan service excellent kepada klien kami dengan memberikan jaminan ketepatan waktu, handling yang baik serta harga kompetitif," jelas Rico Rustombi.
Model bisnis MBSS berbeda dengan kebanyakan Perusahaan lain yang menyewakan tongkang atau kapal yang dimiliki. Model bisnis MBSS menerapkan harga tetap per ton batubara yang diangkut, hal itu akan membantu klien MBSS untuk lebih akurat dalam memprediksi biaya produksi perton batubara selain itu klien tidak menanggung risiko idle capasity.
Tahun 2011 MBSS mencatat Laba Usaha Rp. 425,77 Miliar atau meningkat 42% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp. 299,74 Miliar dan Pendapatan bersih Rp. 246,71 Miliar atau meningkat 24% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp. 198,30 Miliar.
Total dividen yang dibagikan oleh Perusahaan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham pada hari ini (23 Mei 2012) adalah sebesar Rp 75,3 Miliar atau sebesar Rp 43 per lembar saham.(gbs)
" Kami sangat gembira bisa menyampaikan kepada investor bahwa selama tahun 2011 kami mencatat pertumbuhan pendapatan 40% dibanding periode satu tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini diperoleh dengan tiga kontrak baru untuk barging dan satu kontrak baru untuk transshipment serta bertambahnya volume dari existing contract " ujar Rico Rustombi Presiden Direktur MBSS.
MBSS sepanjang tahun 2011 membukukan pendapatan barging sebesar Rp 805,25 Milliar atau mencerminkan 75% dari total pendapatan Perusahaan sementara pendapatan dari transshipment atau floating crane sebesar Rp 263,39 Milliar.
Pertumbuhan pendapatan yang kuat ini memperkokoh posisi MBSS sebagai salah satu penyedia jasa logistik terpadu angkutan batubara di Indonesia dan akan menjadi platform bagi pertumbuhan yang berkesinambungan di tahun-tahun mendatang.
Direktur Corporate Planning MBSS, Ika Bethari menjelaskan "Dengan total 66 fleets yang dimiliki pada akhir tahun 2011 dan jumlah klien yang cukup banyak (diversified client based) yang sebagian besar merupakan produsen batubara first tier, MBSS lebih fleksibel dalam mengalokasikan fleets yang dimilikinya sehingga mengoptimalkan utilisasi secara keseluruhan yang pada akhirnya meningkatkan keunggulan kompetitif Perusahaan".
Pertumbuhan ini didukung dengan perencanaan belanja modal (capital expenditures) yang matang dimana pada tahun 2011, Perusahaan telah memesan tambahan 24 fleets barging untuk memperkuat armada barging sebanyak 48 fleets yang dimiliki pada awal 2010.
Rico Rustombi menjelaskan bahwa sepanjang 2011, MBSS dapat mempertahankan EBITDA Margin di level 44% dan Gross Margin 40%. "Margin yang tinggi ini menyebabkan industri logistik batubara ini menjadi semakin lucrative sehingga banyak pemain baru yang masuk. Fokus kami tetap untuk memberikan service excellent kepada klien kami dengan memberikan jaminan ketepatan waktu, handling yang baik serta harga kompetitif," jelas Rico Rustombi.
Model bisnis MBSS berbeda dengan kebanyakan Perusahaan lain yang menyewakan tongkang atau kapal yang dimiliki. Model bisnis MBSS menerapkan harga tetap per ton batubara yang diangkut, hal itu akan membantu klien MBSS untuk lebih akurat dalam memprediksi biaya produksi perton batubara selain itu klien tidak menanggung risiko idle capasity.
Tahun 2011 MBSS mencatat Laba Usaha Rp. 425,77 Miliar atau meningkat 42% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp. 299,74 Miliar dan Pendapatan bersih Rp. 246,71 Miliar atau meningkat 24% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp. 198,30 Miliar.
Total dividen yang dibagikan oleh Perusahaan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham pada hari ini (23 Mei 2012) adalah sebesar Rp 75,3 Miliar atau sebesar Rp 43 per lembar saham.(gbs)
Nasional
- Jusuf Kalla Beberkan Faktor Mahasiswa Makassar Kasar
- KNKT Lanjutkan Pencarian FDR Sukhoi
- Indonesia Tetap Hentikan Kirim TKI ke Arab
- Tidak Ditahan Meski Sudah Divonis 2 Tahun Penjara
- Oknum Polisi Nyaris Serang Terdakwa
- Kotak Hitam Sukhoi Masih Dicari
- Posko Evakuasi Dipindahkan
- Keluarga Reporter Trans TV Shock
- Pencarian Sukhoi dari Udara Dilanjutkan
- Mahasiswa Banten Blokir Jalan Serang
NEWS UPDATE
- Perkiraan Susunan Pemain Bayern vs Dortmund
- Rusia Diguncang Gempa 8,2 Skala Richter
- Agus Marto Fokus Jaga Inflasi Rendah dan Stabil
- Agus Martowardojo Resmi Jadi Gubernur BI
- 99,48 Persen Peserta UN SMA/MA Dinyatakan Lulus
- Presiden Perintahkan Temuan Situs Gunung Padang Segera Ditindaklanjuti
- Akun AP Di"hacked", Pasar Keuangan AS Geger
- Gara-gara Pemberitaan Jamsostek, Karyawan Di PHK
- Yuichiro, Lelaki Tertua di Dunia yang Mencapai Puncak Everest
- Panglima TNI Pimpin Sertijab KSAD ke Letjen TNI Moeldoko


