Kamis, 20 Juni 2013

Nasional

Utusan PBB

RI Diharapkan Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan

2012-04-05 12:48:00

Indonesia merupakan yang terdepan dalam pengembangan agenda nasional mengenai akses keuangan bagi para pelaku ekonomi kerakyatan, ekonomi kecil, dan menengah.

Putri Maxima menemui Presiden SBY untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam memajukan akses pendanaan bagi kelompok ekonomi lemah. Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah menyampaikan hal ini dalam keterangan pers usai kunjungan kehormatan Putri Maxima, Utusan Khusus Sekjen PBB, di Kantor Presiden, Kamis (5/4) siang.

"Tujuan pertemuan dengan bapak Presiden tadi adalah untuk mendengarkan apa yang dapat dipelajari dari pengalaman Indonesia selama ini dalam memajukan akses-akses bagi pendanaan kelompok ekonomi lemah (small medium enterprise - SME's), kelompok ekonomi kecil di masyarakat terhadap akses-akses keuangan," ujar Faizasyah. Dalam pertemuan tadi digarisbawahi bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang terdepan dalam memperjuangkan akses keuangan bagi ekonomi kecil dan menengah.

Penilaian Putri Maxima tersebut merujuk pada paparan Presiden SBY dalam pertemuan finasial inclusion di Bali, tahun 2010.

"Apa yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut dibawa oleh Bapak Presiden ke forum G20 dan juga menjadi salah satu hal yang diinternalisasikan dalam ASEAN," Faizasyah menambahkan.

Putri Maxima juga menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk mengembangkan paket-paket program.

Beberapa ide yang dikedepankan, diantaranya adalah akses kepada perbankan melalui jasa telekomunikasi dan memastikan perlindungan terhadap pelaku ekonomi kecil dan menengah dalam pendanaan.

Menurut Faizasyah, Utusan Khusus Sekjen PBB tersebut berharap dalam G-20 di Los Cabos, Meksiko, nanti Indonesia dapat menampilkan agenda nasionalnya sehingga bisa diperbandingkan dengan negara lain.

"Beliau memberikan apresiasi bahwa Indonesia tetap konsisten dalam memajukan isu akses keuangan kepada pelaku ekonomi kecil dan menengah dalam agenda-agenda G-20, terlepas dari kenyataan bahwa dalam beberapa pertemuan terakhir, pusat perhatian G-20 lebih terpaku pada krisis ekonomi di negara-negara Eropa," Teuku Faizasyah menjelaskan.

Selain itu, Putri Maxima juga mengekspresikan kekagumannya terhadap keberhasilan program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang berhasil menyalurkan 7,4 miliar dolar AS untuk sekitar 5,56 juta pelaku ekonomi kecil dan menengah. Program tersebut, ujar Faizasyah, menjadi model bagi negara-negara berkembang lain.

sumber : presidensby.info