Rabu, 19 Juni 2013

Nasional

Harga BBM

Harga Pertamax Melambung, Konsumen Beralih ke Premium

2012-04-03 17:53:00

Berbeda dengan di ibukota dan sejumlah daerah di Pulau Jawa lainnya, harga bahan bakar Pertamax di Medan, justru menyentuh angka Rp. 10.850 perliter.

Akibatnya, sebagian besar konsumen BBM non subsidi inipun beralih ke Premium atau ke bahan bakar Primax 92 milik Petronas yang harganya lebih murah. Tingginya harga Pertamax pun berimbas pada pengusaha SPBU yang mengaku kesulitan memasarkan pertamax.

Seperti pantauan Jakcity.com di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Singapore Station 2 di kawasan Jalan Adam Malik, Medan, Selasa siang (3/4).

Meski aktivitas penjualan BBM di SPBU tersebut terlihat normal, namun hal itu terlihat hanya di bagian pompa pengisian bahan bakar bakar jenis Premium dan Solar.

Namun di bagian pompa pengisian Pertamax, nyaris tak terlihat satupun pemilik kendaraan yang mengisi bahan bakar jenis ini.

Bahkan pemandangan ini terlihat sejak Pertamina menetapkan harga Pertamax di Medan naik per 1 April lalu, dari harga Rp. 10.400 menjadi Rp.10.850 perliter.

"Ya beginilah bang sepi terus sejak harga pertamax naik. Rata-rata mereka beralih ke bensin atau ke petronas yang harganya lebih murah" ujar Parningotan, salah seorang Operator SPBU Singapore Station 2.

Sementara itu, di tengah sulitnya pemasaran Pertamax, penjualan bahan bakar Primax 92 milik Petronas justru terlihat normal. Selain memiliki mutu dan oktan yang sama dengan Pertamax, para konsumen beralih ke bahan bakar ini karena harganya yang lebih murah, hanya Rp. 10.400 perliter.

Padahal biasanya selama ini, selisih harga antara Pertamax dengan bahan bakar produksi Malaysia tersebut sebesar Rp. 150 rupiah. (yud)