Kamis, 20 Juni 2013

Nasional

Kenaikan BBM

SBY : Penyesuaian Harga BBM adalah Kebijakan yang Benar

2012-03-29 23:43:00

  • SBY : Penyesuaian Harga BBM adalah Kebijakan yang Benar
  • SBY : Penyesuaian Harga BBM adalah Kebijakan yang Benar
  • SBY : Penyesuaian Harga BBM adalah Kebijakan yang Benar
Langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) memang bukan keputusan yang populer.

Namun, kebijakan ini diambil bukan tanpa tujuan. Jika keputusan tersebut tidak diambil maka perekonomian Indonesia akan jatuh dan APBN menjadi tidak sehat, dan pada akhirnya rakyat juga yang menderita.

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan persnya di Hotel Renaissance, Seoul, Korsel, Kamis (29/3) pagi.

Tidak Populer

Presiden menjelaskan jika kebijakan populer yang diambil, yaitu dengan tidak menaikkan harga BBM, maka keadaan perekonomian Indonesia akan mandek dan begitu-begitu saja.

"Kalau kebijakan populer, saya akan merasa bersalah dan berdosa karena tahu ekonomi kita tidak sehat, ekonomi kita jatuh, dan yang menderita juga rakyat kita," ujar SBY.

"Harus ada opsi, harus ada solusi, harus ada kebijakan baru yang kami tawarkan, dan inilah yang kami pertahanankan," SBY menambahkan.

Menurut Kepala Negara, kebijakan yang diambil pemerintah ini tidak boleh dilihat hanya dari naik atau turunnya harga BBM.

Melainkan dilihat dari sisi sebuah opsi untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah juga telah memperhitungkan bagaimana memproteksi rakyat yang terdampak akan kebijakan ini.

"Jangan yang kaya ikut-ikutan menikmati BBM yang bersubsidi," SBY menegaskan.

Presiden menjelaskan, harga BBM di Indonesia adalah seperempat dari harga BBM di Korsel.

Kebijakan yang benar

Bahkan kalau dinaikkan saja seperti harga BBM tahun 2008 lalu, harganya juga masih di bawah harga BBM di Korsel. Pemerintah meyakini bahwa keseluruhan ekonomi Indonesia akan terganggu kalau opsi ini tidak ditempuh.

"Pemerintah yakin bahwa penyesuaian harga BBM adalah kebijakan yang benar. Tidak mungkin kami asal-asalan, ngarang, dan begitu-begitu saja," kata Presiden.

Perihal adanya pihak yang kurang sejalan dengan pemikiran pemerintah dan kemudian melakukan unjuk rasa, Presiden menilai itu adalah hal yang wajar dan merupakan hak politik masing-masing.

Lagipula, di semua negara demokrasi, hak untuk berunjuk rasa dijamin dan dilindungi undang-undang sepanjang sesuai dengan aturan hukum dan tidak mengganggu yang lain.

Namun, Presiden mengimbau kepada para demonstran untuk tidak melakukan aksi yang anarkis dan merusak apapun yang sudah susah payah dibangun bersama.

"Marilah kita bangun politik yang cerdas dan rasional. Jangan merusak, jangan membongkar yang sudah kita bangun bersama-sama di negeri ini. Mari kita menjaga stabilitas pembangunan termasuk perekonomian kita agar ke depan semakin membaik," Presiden mengingatkan.

"Presiden setelah saya nanti juga akan menghadapi masalah yang sama. Jadi, tidak baik kalau misalkan mereka yang berada di luar kekuasaan lantas melawan apa saja yang sedang dilakukan oleh yang memimpin sekarang. Bukan strategi seperti itu yang kita harapkan," SBY menandaskan.

sumber :presidensby.info