Nasional
Kenaikan BBM
SBY : Penyesuaian Harga BBM adalah Kebijakan yang Benar
2012-03-29 23:43:00
Presiden SBY dan Ibu Ani disambut anak-anak sekolah yang mengibarkan merah putih dan bendera Korsel di Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae, Seoul, Rabu
Langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) memang bukan keputusan yang populer.
Namun, kebijakan ini diambil bukan tanpa tujuan. Jika keputusan tersebut tidak diambil maka perekonomian Indonesia akan jatuh dan APBN menjadi tidak sehat, dan pada akhirnya rakyat juga yang menderita.
Tidak Populer
Namun, kebijakan ini diambil bukan tanpa tujuan. Jika keputusan tersebut tidak diambil maka perekonomian Indonesia akan jatuh dan APBN menjadi tidak sehat, dan pada akhirnya rakyat juga yang menderita.
Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan persnya di Hotel Renaissance, Seoul, Korsel, Kamis (29/3) pagi.
Tidak Populer
Presiden menjelaskan jika kebijakan populer yang diambil, yaitu dengan tidak menaikkan harga BBM, maka keadaan perekonomian Indonesia akan mandek dan begitu-begitu saja.
"Kalau kebijakan populer, saya akan merasa bersalah dan berdosa karena tahu ekonomi kita tidak sehat, ekonomi kita jatuh, dan yang menderita juga rakyat kita," ujar SBY.
"Harus ada opsi, harus ada solusi, harus ada kebijakan baru yang kami tawarkan, dan inilah yang kami pertahanankan," SBY menambahkan.
"Kalau kebijakan populer, saya akan merasa bersalah dan berdosa karena tahu ekonomi kita tidak sehat, ekonomi kita jatuh, dan yang menderita juga rakyat kita," ujar SBY.
"Harus ada opsi, harus ada solusi, harus ada kebijakan baru yang kami tawarkan, dan inilah yang kami pertahanankan," SBY menambahkan.
Menurut Kepala Negara, kebijakan yang diambil pemerintah ini tidak boleh dilihat hanya dari naik atau turunnya harga BBM.
Melainkan dilihat dari sisi sebuah opsi untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah juga telah memperhitungkan bagaimana memproteksi rakyat yang terdampak akan kebijakan ini.
"Jangan yang kaya ikut-ikutan menikmati BBM yang bersubsidi," SBY menegaskan.
Melainkan dilihat dari sisi sebuah opsi untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah juga telah memperhitungkan bagaimana memproteksi rakyat yang terdampak akan kebijakan ini.
"Jangan yang kaya ikut-ikutan menikmati BBM yang bersubsidi," SBY menegaskan.
Presiden menjelaskan, harga BBM di Indonesia adalah seperempat dari harga BBM di Korsel.
Kebijakan yang benar
Bahkan kalau dinaikkan saja seperti harga BBM tahun 2008 lalu, harganya juga masih di bawah harga BBM di Korsel. Pemerintah meyakini bahwa keseluruhan ekonomi Indonesia akan terganggu kalau opsi ini tidak ditempuh.
"Pemerintah yakin bahwa penyesuaian harga BBM adalah kebijakan yang benar. Tidak mungkin kami asal-asalan, ngarang, dan begitu-begitu saja," kata Presiden.
Kebijakan yang benar
Bahkan kalau dinaikkan saja seperti harga BBM tahun 2008 lalu, harganya juga masih di bawah harga BBM di Korsel. Pemerintah meyakini bahwa keseluruhan ekonomi Indonesia akan terganggu kalau opsi ini tidak ditempuh.
"Pemerintah yakin bahwa penyesuaian harga BBM adalah kebijakan yang benar. Tidak mungkin kami asal-asalan, ngarang, dan begitu-begitu saja," kata Presiden.
Perihal adanya pihak yang kurang sejalan dengan pemikiran pemerintah dan kemudian melakukan unjuk rasa, Presiden menilai itu adalah hal yang wajar dan merupakan hak politik masing-masing.
Lagipula, di semua negara demokrasi, hak untuk berunjuk rasa dijamin dan dilindungi undang-undang sepanjang sesuai dengan aturan hukum dan tidak mengganggu yang lain.
Namun, Presiden mengimbau kepada para demonstran untuk tidak melakukan aksi yang anarkis dan merusak apapun yang sudah susah payah dibangun bersama.
Lagipula, di semua negara demokrasi, hak untuk berunjuk rasa dijamin dan dilindungi undang-undang sepanjang sesuai dengan aturan hukum dan tidak mengganggu yang lain.
Namun, Presiden mengimbau kepada para demonstran untuk tidak melakukan aksi yang anarkis dan merusak apapun yang sudah susah payah dibangun bersama.
"Marilah kita bangun politik yang cerdas dan rasional. Jangan merusak, jangan membongkar yang sudah kita bangun bersama-sama di negeri ini. Mari kita menjaga stabilitas pembangunan termasuk perekonomian kita agar ke depan semakin membaik," Presiden mengingatkan.
"Presiden setelah saya nanti juga akan menghadapi masalah yang sama. Jadi, tidak baik kalau misalkan mereka yang berada di luar kekuasaan lantas melawan apa saja yang sedang dilakukan oleh yang memimpin sekarang. Bukan strategi seperti itu yang kita harapkan," SBY menandaskan.
sumber :presidensby.info
"Presiden setelah saya nanti juga akan menghadapi masalah yang sama. Jadi, tidak baik kalau misalkan mereka yang berada di luar kekuasaan lantas melawan apa saja yang sedang dilakukan oleh yang memimpin sekarang. Bukan strategi seperti itu yang kita harapkan," SBY menandaskan.
sumber :presidensby.info
Nasional
- Gabungan Mahasiswa dan Anak Tolak Kenaikan BBM
- Tolak Kenaikan BBM,Mahasiswa Unjukrasa di SPBU
- Soal Kenaikan BBM,Mahasiswa Kecam PKS
- Pengguna Narkoba di TNI Meningkat
- Unjukrasa terjadi dibeberapa tempat di Medan
- Mahasiswa di Medan Sandera Truk Pengangkut Sampah
- Jubir Presiden: Masyarakat Jangan Terprovokasi
- Tahun Ini Dibutuhkan 62.500 Orang untuk Jadi PNS
- Polisi Tangkap 18 Pengunjukrasa di Monas
- Antisipasi Aksi Anarkis, Polisi Tutup Akses Masuk Bandara Polonia
NEWS UPDATE
- Kementerian ESDM Sosialisaikan Kenaikan BBM Lewat SMS
- Jelang Kenaikan Harga Pertamina Jamin Stok BBM Aman
- Presiden Tunggu Laporan Tim Sosialisai Sebelum Naikkan Harga BBM
- Polisi Tahan Tanker Angkut Solar Ilegal
- Presiden Sudah Tandatangani APBN-P 2013
- Menkeu:BLSM Dicairkan per Dua Bulan Mulai Juli
- BLSM Akan Dibagi Secara Bertahap
- Pengumuman Kenaikan Harga BBM Tunggu Proses Administrasi
- Wapres Boediono: BLSM Tak Terkait Kepentingan Parpol
- Kemenkeu Bantah Ada Pembayaran Rp38 Triliun ke IMF





