Nasional
Zona Waktu Indonesia akan Disatukan
2012-03-11 11:41:00
Pemerintah berencana menyatukan tiga zona waktu Indonesia yang terdiri atas Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT) melalui program GMT+8 sehingga daya saing ekonomi meningkat dan tercipta efisiensi birokrasi.
"WIB, WITA, dan WIT akan disatukan. Rencananya WITA atau GMT+8 yang akan dijadikan patokan waktu," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Edib Muslim dalam lokakarya bertema "Internalisasi MP3EI kepada Insan Pers" di Hotel Santika Bogor di Bogor, Sabtu (10/3).
Ia menjelaskan, penyatuan waktu tersebut untuk meningkatkan produktivitas nasional yang semula hanya terdapat 190 juta penduduk dalam zona WIB, bisa menjadi 240 juta jika waktunya disamakan.
"Selisih satu jam di antara tiga zona waktu di Indonesia ini tidak efektif. Contohnya, dalam waktu dagang antara dunia usaha di zona WIB dan WIT. Kalau transaksi perdagangan di Jakarta dimulai jam 09.00 WIB dan berakhir pada jam 17.00 WIB, berarti waktu yang efektif untuk aktivitas perdagangan antara dunia usaha di zona WIB dan WIT cuma empat jam," katanya.
Edib menyatakan, penyatuan waktu semata-mata untuk meningkatkan kinerja birokrasi mulai dari Sabang hingga Merauke.
"Selain itu, penyatuan waktu ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam bidang ekonomi, sosial politik, bahkan ekologi," katanya.
Melalui GMT+8, katanya, masyarakat yang tinggal di kawasan Indonesia timur dan tengah akan memiliki waktu transaksi yang lebih banyak dengan masyarakat yang tinggal di kawasan Indonesia barat.
"Kami memilih GMT+8 karena berada di tengah-tengah antara WIB dan WIT. Kami masih akan membahas hal ini lebih lanjut," katanya.
Program GMT+8 yang sedang digalakkan oleh tim KP3EI tersebut, katanya, bertujuan menyatukan tiga zona waktu Indonesia menjadi satu waktu.
sumber : antara
"WIB, WITA, dan WIT akan disatukan. Rencananya WITA atau GMT+8 yang akan dijadikan patokan waktu," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Edib Muslim dalam lokakarya bertema "Internalisasi MP3EI kepada Insan Pers" di Hotel Santika Bogor di Bogor, Sabtu (10/3).
Ia menjelaskan, penyatuan waktu tersebut untuk meningkatkan produktivitas nasional yang semula hanya terdapat 190 juta penduduk dalam zona WIB, bisa menjadi 240 juta jika waktunya disamakan.
"Selisih satu jam di antara tiga zona waktu di Indonesia ini tidak efektif. Contohnya, dalam waktu dagang antara dunia usaha di zona WIB dan WIT. Kalau transaksi perdagangan di Jakarta dimulai jam 09.00 WIB dan berakhir pada jam 17.00 WIB, berarti waktu yang efektif untuk aktivitas perdagangan antara dunia usaha di zona WIB dan WIT cuma empat jam," katanya.
Edib menyatakan, penyatuan waktu semata-mata untuk meningkatkan kinerja birokrasi mulai dari Sabang hingga Merauke.
"Selain itu, penyatuan waktu ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam bidang ekonomi, sosial politik, bahkan ekologi," katanya.
Melalui GMT+8, katanya, masyarakat yang tinggal di kawasan Indonesia timur dan tengah akan memiliki waktu transaksi yang lebih banyak dengan masyarakat yang tinggal di kawasan Indonesia barat.
"Kami memilih GMT+8 karena berada di tengah-tengah antara WIB dan WIT. Kami masih akan membahas hal ini lebih lanjut," katanya.
Program GMT+8 yang sedang digalakkan oleh tim KP3EI tersebut, katanya, bertujuan menyatukan tiga zona waktu Indonesia menjadi satu waktu.
sumber : antara
Nasional
- TNI Dapat Penghargaan dari Ibu Negara Lebanon
- Jelang BBM Naik, Harga Kebutuhan Pokok di Medan Sudah Naik
- Kondisi Ketua DPRK Lhokseumawe Memprihatinkan
- Ogoh-ogoh Koruptor
- SBY Melayat Prof Widjojo Nitisastro
- TNI Latihan Hadapi Ancaman di Lebanon
- Widjojo Nitisastro Meninggal Dunia
- Presiden Menerima Delegasi Parlemen Denmark
- Ratusan Perempuan Tolak Kenaikan BBM
- 450 warga Peminge Melamar Kerja Hotel Mulia
NEWS UPDATE
- Presiden Sudah Tandatangani APBN-P 2013
- Menkeu:BLSM Dicairkan per Dua Bulan Mulai Juli
- BLSM Akan Dibagi Secara Bertahap
- Pengumuman Kenaikan Harga BBM Tunggu Proses Administrasi
- Wapres Boediono: BLSM Tak Terkait Kepentingan Parpol
- Kemenkeu Bantah Ada Pembayaran Rp38 Triliun ke IMF
- Kenaikan Tarif Angkutan Dibatasi 10-20 Persen
- RAPBN-P 2013 Disetujui DPR, BBM Segera Naik
- Empat Fraksi DPR Tolak Kenaikan Harga BBM
- Penjual Lelucon Antar Waktu (Pelawak)


