Nasional
Pemerintah Targetkan Kemiskinan Turun
2012-02-23 03:49:00
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan hasil rapat kabinet di Kantor Presiden, Rabu (22/2) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI), pemerintah menargetkan angka penurunan kemiskinan hingga tinggal 3-4 persen pada tahun 2025.
Presiden meminta penurunan ini bisa diukur dengan jelas dan berbasis pada kecamatan hingga desa.
Presiden meminta penurunan ini bisa diukur dengan jelas dan berbasis pada kecamatan hingga desa.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan hal ini dalam keterangan pers seusai rapat paripurna kabinet membahas MP3KI di Kantor Presiden, Rabu (22/2) sore.
"Selain itu, kedalaman kemiskinan juga harus dapat diukur. Dengan demikian kita bisa mengukur terus dari masyarakat yang sangat miskin sampai mereka secara berkesinambungan mendapatkan penghasilan dan tidak lagi rentan kembali ke dalam golongan miskin," Menko Perekonomian menjelaskan.
"Selain itu, kedalaman kemiskinan juga harus dapat diukur. Dengan demikian kita bisa mengukur terus dari masyarakat yang sangat miskin sampai mereka secara berkesinambungan mendapatkan penghasilan dan tidak lagi rentan kembali ke dalam golongan miskin," Menko Perekonomian menjelaskan.
MP3KI merupakan program tindakan afirmatif untuk perlindungan sosial dan penguatan masyarakat miskin.
Program ini saling mendukung dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang sudah terlebih dahulu diluncurkan.
Program ini saling mendukung dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang sudah terlebih dahulu diluncurkan.
Dalam situasi global yang tidak menentu sekarang ini, Presiden menegaskan langkah pertama pemerintah adalah menyelamatkan masyarakat. Artinya, Hatta menambahkan, pemerintah kalau perlu mengurangi belanja yang masih bisa ditunda.
"Seperti beli mobil, bangun gedung, dan lain-lain, kita tunda semua. Tentu akibat penundaan itu ada koreksi terhadap spending, posturnya berubah," ujar Hatta Rajasa.
"Seperti beli mobil, bangun gedung, dan lain-lain, kita tunda semua. Tentu akibat penundaan itu ada koreksi terhadap spending, posturnya berubah," ujar Hatta Rajasa.
Mengenai melonjaknya harga minyak dunia, Hatta menjelaskan bahwa Presiden telah meminta para menteri melakukan exercise dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2012.
"Exercise terhadap kenaikan harga BBM, karena kita sadar bahwa undang-undang APBN kita itu tidak memungkinkan untuk menaikkan harga BBM," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
"Exercise terhadap kenaikan harga BBM, karena kita sadar bahwa undang-undang APBN kita itu tidak memungkinkan untuk menaikkan harga BBM," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
Presiden telah meminta Menteri Keuangan Agus Martowardojo membicarakan rencana APBNP 2012 kepada DPR. APBNP tersebut akan diajukan sekitar Mei mendatang. Dalam keterangan pers ini, Hatta didampingi Menkeu Agus Martowardojo dan Menteri PPN/ Kepala Bappenas Armida Alisjahbana.
sumber : presidensby.info
sumber : presidensby.info
Nasional
- Kebijakan BBM dan Subsidi Langsung Sedang Dirumuskan
- Pengurangan Kemiskinan Jadi Prioritas
- Kasus Narkoba,Wadir Narkoba Polda Sumut Dicopot
- Polisi Terdakwa Pembunuhan Diserang Keluarga Korban
- Gempa Guncang Maluku Tenggara
- Ibu Ani :Kanker Berdampak Sosial Ekonomi
- Pengangkatan Guru Honorer Butuh Waktu
- JK : Semangat Berbangsa Menurun
- Diskriminasi Diduga Picu Kerusuhan LP Kerobokan Bali
- Andi Mallarangeng : Saya Tidak Pernah Terima Uang
NEWS UPDATE
- Gunung Salak dan Pesawat Terbang
- Polda Undang Semua Cagub dan Cawagub
- Polisi akan Bubarkan Konser Lady Gaga
- Tidak Ditahan Meski Sudah Divonis 2 Tahun Penjara
- Konser Lady Gaga Tak Dapat Rekomendasi Polda Metro Jaya
- Oknum Polisi Nyaris Serang Terdakwa
- Anggun Akan Tampil di Eurovision Song Contest 2012
- Kotak Hitam Sukhoi Masih Dicari
- Manchester City Juara Liga Inggris
- Posko Evakuasi Dipindahkan



