Nasional
ABK Concordia Mengaku Trauma
2012-01-22 08:40:00
Seorang korban selamat kapal Costa Concordia, I Putu Agus Kurniawan (kanan) disambut keluarganya di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (20/1).(FOTO ANTAR
Sejumlah ABK kapal pesiar Costa Concordia yang telah tiba di Bali, Sabtu malam mengaku masih trauma, namun sebagian dari mereka masih berkeinginan untuk bekerja kembali di kapal.
"Untuk sementara waktu istirahat dulu, mungkin untuk bekerja seperti itu lagi akan saya pikirkan, tetapi saya juga ingin bekerja lagi," kata Putra Suwantara (28), salah seorang ABK kapal yang datang pada kloter keempat.
Pria yang sudah bekerja selama empat bulan di kapal tersebut juga mengaku hingga kepulangannya ke Bali ini pihak perusahaan tempat dia bekerja belum memberikan upahnya.
Namun, kata Putra, perusahaan berjanji akan mengurus gajinya dan akan mentransfer dalam jangka waktu sebulan ke depan.
"Katanya satu bulan ke depan, ya mudah-mudahan segera dibayarkan," kata Putra dengan penuh harapan.
Putra merupakan dari 23 ABK yang tiba di kedatangan internasional Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Mereka dijemput oleh sanak keluarganya.
Beberapa keluarganya mengaku, mereka trauma jika anaknya kembali bekerja sebagai ABK kapal pesiar.
Wiastri, orang tua dari Edi Suparma yang mengaku trauma dan tidak ingin jika anaknya kembali bekerja sebagai ABK. Bahkan, Edi sendiri kondisinya tampak kurang baik dan enggan bercerita pengalamannya saat peristiwa itu terjadi.
"Mungkin tidak usah kerja di sana lagi. Kerja di rumah saja, yang penting tetap bisa makan," ujarnya.
Sabtu merupakan hari terakhir kepulangan para ABK Costa Concordia asal Bali yang secara bergilir datang dengan empat kloter.
sumber : antara
"Untuk sementara waktu istirahat dulu, mungkin untuk bekerja seperti itu lagi akan saya pikirkan, tetapi saya juga ingin bekerja lagi," kata Putra Suwantara (28), salah seorang ABK kapal yang datang pada kloter keempat.
Pria yang sudah bekerja selama empat bulan di kapal tersebut juga mengaku hingga kepulangannya ke Bali ini pihak perusahaan tempat dia bekerja belum memberikan upahnya.
Namun, kata Putra, perusahaan berjanji akan mengurus gajinya dan akan mentransfer dalam jangka waktu sebulan ke depan.
"Katanya satu bulan ke depan, ya mudah-mudahan segera dibayarkan," kata Putra dengan penuh harapan.
Putra merupakan dari 23 ABK yang tiba di kedatangan internasional Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Mereka dijemput oleh sanak keluarganya.
Beberapa keluarganya mengaku, mereka trauma jika anaknya kembali bekerja sebagai ABK kapal pesiar.
Wiastri, orang tua dari Edi Suparma yang mengaku trauma dan tidak ingin jika anaknya kembali bekerja sebagai ABK. Bahkan, Edi sendiri kondisinya tampak kurang baik dan enggan bercerita pengalamannya saat peristiwa itu terjadi.
"Mungkin tidak usah kerja di sana lagi. Kerja di rumah saja, yang penting tetap bisa makan," ujarnya.
Sabtu merupakan hari terakhir kepulangan para ABK Costa Concordia asal Bali yang secara bergilir datang dengan empat kloter.
sumber : antara
Nasional
- Siswa Seberangi Jembatan Rusak Jadi Berita Internasional
- Ratusan Pelajar dan Mahasiswa kunjungi Static Show Rapim TNI
- Presiden Minta Sinergi TNI-Polri Dijalankan dengan Baik
- Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 6,7 Persen
- Unjukrasa di PTPN Medan Ricuh
- Sejumlah Tokoh Berkumpul Bahas Masalah Bangsa
- Mahfud : Posisi Wamen kacaukan jenjang karir
- Dahlan Iskan Bantah Terima " Fee"
- Malaysia Pulangkan Nelayan Indonesia
- Menhan Minta TNI Waspada Jelang Pilpres
NEWS UPDATE
- Gunung Salak dan Pesawat Terbang
- Polda Undang Semua Cagub dan Cawagub
- Polisi akan Bubarkan Konser Lady Gaga
- Tidak Ditahan Meski Sudah Divonis 2 Tahun Penjara
- Konser Lady Gaga Tak Dapat Rekomendasi Polda Metro Jaya
- Oknum Polisi Nyaris Serang Terdakwa
- Anggun Akan Tampil di Eurovision Song Contest 2012
- Kotak Hitam Sukhoi Masih Dicari
- Manchester City Juara Liga Inggris
- Posko Evakuasi Dipindahkan



