Nasional
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 6,7 Persen
2012-01-19 23:59:00
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonmi 6,7 persen, inflasi 5,3 persen, menurunkan pengangguran hingga 6,4 persen dan kemiskinan 10,5 hingga 11,5 persen.
Target tersebut cukup menantang di tengah kondisi dalam negeri yang mulai menghangat jelang pemilu 2014 dan situasi global yang masih dilanda gejolak.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam penutupan Rapat Kerja Pemerintah 2012 di Hall C Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Kamis (19/1) sore.
Target-target tersebut didasarkan pada meningkatnya sumberdaya anggaran kita.
"Sumberdaya meningkat, resources kita makin besar, sekarang mencapai Rp 1.435,4 triliun atau naik Rp 114,7 triliun yang setara dengan 8,7 persen," kata Presiden SBY.
Di sisi lain, lanjut Presiden, lingkungan strategis dalam negeri, kawasan, dan dunia juga menghadirkan tantangan.
Diantaranya masih terjadinya krisis ekonomi di Eropa, ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dinamika politik, sosial, dan keamanan di tanah air sendiri tidak kalah menaik, juga terjadinya bencana alam.
Krisis ekonomi di Eropa masih terjadi dan hal ini bisa melahirkan krisis baru.
"Mepengaruhi ekspor kita dan sejumlah implikasi pada perekonomian nasional," ujar SBY.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, misalnya antara Iran dengan Amerika Serikat, Uni Eropa pun masuk. Kemudian ketegangan antara Iran dengan negara Teluk.
Produksi minyak Iran sekitar 2,5 juta barrel per hari. Kalau ada apa-apa, supply minyak akan terganggu. Akibatnya harga minyaK bisa melejit hingga 120 - 150 dolar AS, dan seterusnya.
"Dan itu akan memukul semua perekonomian dunia, utamanya negara berkembang," Kepala Negara menjelaskan.
"Kita menjadi korban sesuatu yang kita tidak terlibat. Oleh karena itu saya sudah menulis surat kepada Sekjen PBB agar mengambil inistiaf mencegah terjadinya sesuatu yang buruk di kawasan itu karena dampaknya akan memukul bangsa-bangsa di dunia," Presiden menambahkan.
Di tanah air sendiri, ujar Presiden SBY, meskipun masih dua tahun dari 2014 tetapi hampir pasti akan ada penghangatan situasi politik. Implikasinya adalah kehidupan sosial dan ketertiban serta keamanan publik.
Dinamika di kawasan Asia-Pasifik tetap ada, namun menurut perhitungan SBY akan tidak sangat mengganggu.
"Misalnya situasi di Laut China selatan atau sengketa Thaildan dan Kamboja yang, alhamdulillah, sudah bisa kita mediasi," kata Kepala Negara.
"Bencana alam mengintai siapapun, tolong dipahami kita ingin mencapai sasaran-sasaran tadi dengan kerja keras tetapi ada lingkungan yang berpengaruh seperti itu," Presiden menadaskan.
sumber : presidensby.info
Target tersebut cukup menantang di tengah kondisi dalam negeri yang mulai menghangat jelang pemilu 2014 dan situasi global yang masih dilanda gejolak.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam penutupan Rapat Kerja Pemerintah 2012 di Hall C Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Kamis (19/1) sore.
Target-target tersebut didasarkan pada meningkatnya sumberdaya anggaran kita.
"Sumberdaya meningkat, resources kita makin besar, sekarang mencapai Rp 1.435,4 triliun atau naik Rp 114,7 triliun yang setara dengan 8,7 persen," kata Presiden SBY.
Di sisi lain, lanjut Presiden, lingkungan strategis dalam negeri, kawasan, dan dunia juga menghadirkan tantangan.
Diantaranya masih terjadinya krisis ekonomi di Eropa, ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dinamika politik, sosial, dan keamanan di tanah air sendiri tidak kalah menaik, juga terjadinya bencana alam.
Krisis ekonomi di Eropa masih terjadi dan hal ini bisa melahirkan krisis baru.
"Mepengaruhi ekspor kita dan sejumlah implikasi pada perekonomian nasional," ujar SBY.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, misalnya antara Iran dengan Amerika Serikat, Uni Eropa pun masuk. Kemudian ketegangan antara Iran dengan negara Teluk.
Produksi minyak Iran sekitar 2,5 juta barrel per hari. Kalau ada apa-apa, supply minyak akan terganggu. Akibatnya harga minyaK bisa melejit hingga 120 - 150 dolar AS, dan seterusnya.
"Dan itu akan memukul semua perekonomian dunia, utamanya negara berkembang," Kepala Negara menjelaskan.
"Kita menjadi korban sesuatu yang kita tidak terlibat. Oleh karena itu saya sudah menulis surat kepada Sekjen PBB agar mengambil inistiaf mencegah terjadinya sesuatu yang buruk di kawasan itu karena dampaknya akan memukul bangsa-bangsa di dunia," Presiden menambahkan.
Di tanah air sendiri, ujar Presiden SBY, meskipun masih dua tahun dari 2014 tetapi hampir pasti akan ada penghangatan situasi politik. Implikasinya adalah kehidupan sosial dan ketertiban serta keamanan publik.
Dinamika di kawasan Asia-Pasifik tetap ada, namun menurut perhitungan SBY akan tidak sangat mengganggu.
"Misalnya situasi di Laut China selatan atau sengketa Thaildan dan Kamboja yang, alhamdulillah, sudah bisa kita mediasi," kata Kepala Negara.
"Bencana alam mengintai siapapun, tolong dipahami kita ingin mencapai sasaran-sasaran tadi dengan kerja keras tetapi ada lingkungan yang berpengaruh seperti itu," Presiden menadaskan.
sumber : presidensby.info
Nasional
- Unjukrasa di PTPN Medan Ricuh
- Sejumlah Tokoh Berkumpul Bahas Masalah Bangsa
- Mahfud : Posisi Wamen kacaukan jenjang karir
- Dahlan Iskan Bantah Terima " Fee"
- Malaysia Pulangkan Nelayan Indonesia
- Menhan Minta TNI Waspada Jelang Pilpres
- SBY: Masih Ada Anggota Polri yang Tidak Profesional
- Kalla : Selesaikan Konflik Internal Aceh dengan Dialog
- Polisi Sita 80 Kg Ganja Asal Aceh
- SBY Sampaikan Tujuh Capaian Polri
NEWS UPDATE
- Gunung Salak dan Pesawat Terbang
- Polda Undang Semua Cagub dan Cawagub
- Polisi akan Bubarkan Konser Lady Gaga
- Tidak Ditahan Meski Sudah Divonis 2 Tahun Penjara
- Konser Lady Gaga Tak Dapat Rekomendasi Polda Metro Jaya
- Oknum Polisi Nyaris Serang Terdakwa
- Anggun Akan Tampil di Eurovision Song Contest 2012
- Kotak Hitam Sukhoi Masih Dicari
- Manchester City Juara Liga Inggris
- Posko Evakuasi Dipindahkan



