Nasional
Sejumlah Tokoh Berkumpul Bahas Masalah Bangsa
2012-01-19 15:20:00
Jusuf Kalla,Wiranto, Dien Syamsudin dan tokoh lainnya bertemu di PP Muhammadiyah
Sejumlah tokoh bangsa, Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, Wiranto, Irman Gusman, Jimly Asshidiqie, Fahmi Idris, Din Syamsuddin, serta para tokoh lintas agama, Kamis (19/1) siang bertemu di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.
Mereka membahas problematika bangsa dan solusinya. Ini merupakan silaturahmi sejenis yang ketigakalinya.
Pada silaturahmi tahun lalu, para tokoh lintas agama itu mencatat sejumlah kebohongan yang dilakukan pemerintah.
"Kita menghadapi lingkaran kebohongan dan krisis manajemen kepemimpinan," ujar Dien Syamsudin saat mengawali sarasehan.
Indikasinya, tambah Dien, tidak satunya antara kata dan perbuatan. Karena itu muncuk istilah negara auto pilot.
George Situmorang yang tahun lalu menyerahkan hasil sarasehan 2 ke istana, mengatakan, bangsa ini memerlukan kejujuran, kesadaran tentang realitas.
"Itu yang kita perlukan untuk menciptakan kreativitas mencari solusi. Dan yang terpenting harus kita hidupkan rasa kebangsaan terhadap negeri ini," ujar Situmorang.
Sementara Wiranto mengatakan, ada jenis problematika. Problem eksternal karena datangnya dari luar.
Tapi jika problem datang dari dalam itu berarti ada kesalahan manajemen.
"Αda kesalahan mengatur, dan yang mengatur itu kan pemerintah," ujar Wiranto.
Dan yang menyedihkan masih banyak pejabat yang diberi mandat, ternyata tidak fokus pada pekerjaan.
Misi mandat publik menjadi gagal karena mereka merangkap jabatan.
"Presiden menjabat pembina parpol, begitu pula kepala daerah diperebutkan partai politik."
Solusinya, pejabat publik harus meninggalkan jabatan di partai politik. Dan instansi tak lagi menjadi instrumen politik. Dengan demikian banyak anggaran terselamatkan. (Jsu)
Mereka membahas problematika bangsa dan solusinya. Ini merupakan silaturahmi sejenis yang ketigakalinya.
Pada silaturahmi tahun lalu, para tokoh lintas agama itu mencatat sejumlah kebohongan yang dilakukan pemerintah.
"Kita menghadapi lingkaran kebohongan dan krisis manajemen kepemimpinan," ujar Dien Syamsudin saat mengawali sarasehan.
Indikasinya, tambah Dien, tidak satunya antara kata dan perbuatan. Karena itu muncuk istilah negara auto pilot.
George Situmorang yang tahun lalu menyerahkan hasil sarasehan 2 ke istana, mengatakan, bangsa ini memerlukan kejujuran, kesadaran tentang realitas.
"Itu yang kita perlukan untuk menciptakan kreativitas mencari solusi. Dan yang terpenting harus kita hidupkan rasa kebangsaan terhadap negeri ini," ujar Situmorang.
Sementara Wiranto mengatakan, ada jenis problematika. Problem eksternal karena datangnya dari luar.
Tapi jika problem datang dari dalam itu berarti ada kesalahan manajemen.
"Αda kesalahan mengatur, dan yang mengatur itu kan pemerintah," ujar Wiranto.
Dan yang menyedihkan masih banyak pejabat yang diberi mandat, ternyata tidak fokus pada pekerjaan.
Misi mandat publik menjadi gagal karena mereka merangkap jabatan.
"Presiden menjabat pembina parpol, begitu pula kepala daerah diperebutkan partai politik."
Solusinya, pejabat publik harus meninggalkan jabatan di partai politik. Dan instansi tak lagi menjadi instrumen politik. Dengan demikian banyak anggaran terselamatkan. (Jsu)
Nasional
- Mahfud : Posisi Wamen kacaukan jenjang karir
- Dahlan Iskan Bantah Terima " Fee"
- Malaysia Pulangkan Nelayan Indonesia
- Menhan Minta TNI Waspada Jelang Pilpres
- SBY: Masih Ada Anggota Polri yang Tidak Profesional
- Kalla : Selesaikan Konflik Internal Aceh dengan Dialog
- Polisi Sita 80 Kg Ganja Asal Aceh
- SBY Sampaikan Tujuh Capaian Polri
- Polri Selidiki Temuan TGPF Mesuji Soal Suap ke Polisi
- KPK Periksa Adang Daradjatun
NEWS UPDATE
- Gunung Salak dan Pesawat Terbang
- Polda Undang Semua Cagub dan Cawagub
- Polisi akan Bubarkan Konser Lady Gaga
- Tidak Ditahan Meski Sudah Divonis 2 Tahun Penjara
- Konser Lady Gaga Tak Dapat Rekomendasi Polda Metro Jaya
- Oknum Polisi Nyaris Serang Terdakwa
- Anggun Akan Tampil di Eurovision Song Contest 2012
- Kotak Hitam Sukhoi Masih Dicari
- Manchester City Juara Liga Inggris
- Posko Evakuasi Dipindahkan



