Minggu, 26 Mei 2013

Nasional

Operasi Lilin Toba 2011, Jalur Timur dan Gereja Jadi Prioritas Utama

2011-12-22 15:05:12

Menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru, jajaran TNI – Polri, memprioritaskan pengamanan ratusan titik, yang dianggap rawan kejahatan, khususnya di sepanjang jalan lintas timur. Selain itu, dengan mengerahkan kekuatan mencapai 13 ribu personil lebih, pengamanan juga akan difokuskan pada kegiatan ibadah di gereja mulai dari perbatasan Aceh hingga Riau.

Untuk mengintensifkan pengamanan Natal 2011 dan Tahun Baru 2012, Kamis pagi (22/12), seluruh pasukan yang terlibat menggelar apelbersama dengan sandi Operasi Lilin Toba 2011 yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Medan.

Pangdam Satu Bukit Barisan, Mayjend Lodewijk F Paulus selaku inspektur upcara saat membacakan amanat Kapolri mengungkapkan, pengamanan dengan melibatkan 13.988 personil TNI, Polri, Dinas Perhubungan hingga organisasi kemanusiaan ini, akan mulai diintensifkan mulai tanggal 23 desember 2011 hingga 1 januari 2012 mendatang.

Sementara Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Aamat Sastro yang turut hadir dalam kegiatan usai apel gabungan mengungkapkan, selain memfokuskan kerja di 944 gereja, petugas juga berharap kepada para pemudik  yang melintas di wilayah Sumatera Utara, diimbau untuk waspada pada 315 titik rawan yang ada di 26 wilayah polres.

315 titik tersebut terdiri dari 118 titik rawan kecelakaan lalu lintas, dengan rincian 49 titik di jalur barat, dan 46 titik di jalur timur. Sedangkan 28 titik lainnya ada di kawasan menuju aceh. Rawan macet ada 77 titik,  50 titik rawan longsor, 20 titik rawan banjir dan 48 titik jalan rusak dan berlobang.

“Secara keseluruhan, polda sumatera utara menitik beratkan pengamanan di kawasan lintas timur sumatera dan pengamanan gereja” ucap Wisjnu.

Ditambahkannya, Sumut sendiri masuk dalam kategori rawan satu setelah beberapa daerah di pulau Jawa dan Bali. Oleh karena itu, seluruh personil yang dilibatkan secara langsung harus lebih siaga. (yud)

foto : yudistira