Nasional
Panglima TNI Tegaskan TNI Tidak Terlibat di Mesuji
2011-12-16 18:38:53
Panglima TNI Tegaskan TNI Tidak Terlibat di Mesuji
Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono menyanggah tudingan TNI terlibat kasus peristiwa dugaan pelanggaran HAM di Mesuji di Lampung.
"Mengenai Mesuji, kita harus pandai menganalisis foto kapan terjadinya. Tapi setelah kami cek dari foto dan video tidak ada keterlibatan anggota TNI dalam proses kegiatan tersebut." katanya, usai Rapat Paripurna TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Jakarta, Jumat (16/12)
Ia menambahkan keberadaan aparat TNI di lokasi kejadian tidak pada saat terjadi insiden. "Ada anggota TNI setelah kejadian di sana, tapi jangan diartikan seolah-olah berkembang menjadi kerusuhan massal. Karena bukan pada konteks TNI melakukan kekerasan. Saya sudah dapat laporan dari Pangdam, Danrem, dan memang tak ada kegiatan itu. Kalau ada foto anggota di situ, itu adalah foto sesudah kejadian," ujar Agus.
Menurut Agus, kehadiran TNI setelah kasus kerusuhan tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan.
Pada akhir 2010 hingga awal 2011 terjadi peristiwa pelanggaran HAM dan penyelewengan wewenang aparat negara terhadap hak masyarakat tani di dua wilayah di daerah perbatasan antara Lampung dan Sumatera Selatan.
Konflik yang bermula ketika dua perusahaan swasta yang mendapat hak konsesi dari Departemen kehutanan yaitu PT Sumber Wangi Alam (SWA) di wilayah Sungai Sodong Mesuji, Sumatera Selatan, dan PT Silva Inhutanidi wilayah Mesuji, Lampung,memperluas lahan untuk penanaman kelapa sawit dan karet pada tahun 2003. Lahan yang diperluas tersebut sebagian adalah lahan yang dikelola oleh masyarakat setempat dan diklaim sebagai tanah ulayat.
Perluasan lahan mendapat tentangan dari masyarakat setempat. Konflik memuncak ketika kedua perusahaan tersebut dengan memperkerjakan penjaga bayaran (istilah salah digunakan oleh beberapa pihak dengan menyebutnya sebagai PAM Swakarsa) yang juga dibekingi aparat kepolisian untuk mengusir penduduk dan masyarakat adat dari lahan tersebut.
Sejak 2009 terjadi peningkatan kekerasan di lahan sengketa di kedua wilayah, beberapa kali terjadi peristiwa kekerasan antara masyarakat petani dengan perusahaan dan penjaga bayaran serta antara masyarakat dengan pihak kepolisian.
Masyarakat yang mempertahankan tanahnya mengalami pengusiran, penganiayaan, penangkapan, kekerasan seksual bahkan pembunuhan. Terakhir pada 10 November terjadi penembakan terhadap seorang petani yang mengakibatkan meninggalnya satu orang dan beberapa orang lainnya tertembak peluru tajam.
sumber : antara
- Mengenang Sondang, Mahasiswa Stempel Cap Darah
- SBY Tunjuk Denny Indrayana Sebagai Ketua Tim Investigasi Kasus Mesuji
- Kasus Mesuji, Mahasiswa Medan Tuntut Kapolri Mundur
- Presiden Lantik Lima Pimpinan KPK
- SBY : Peningkatan Kredit Rating Indonesia Tidak Boleh Disia-siakan
- Hadang Penertiban, Peternak Dibubarkan dengan Water Canon
- TNI AL Sita Ratusan Bal Pakaian Bekas Selundupan dari Malaysia
- Keluarga Korban Mesuji Mengadu ke Komnas HAM
- 37 Persen Upah Dinaikan, Mogok Karyawan Freeport Berakhir
- SBY Utus Menko Perekonomian Jajaki Kerjasama Ekonomi dengan Arab Saudi
- Gunung Salak dan Pesawat Terbang
- Polda Undang Semua Cagub dan Cawagub
- Polisi akan Bubarkan Konser Lady Gaga
- Tidak Ditahan Meski Sudah Divonis 2 Tahun Penjara
- Konser Lady Gaga Tak Dapat Rekomendasi Polda Metro Jaya
- Oknum Polisi Nyaris Serang Terdakwa
- Anggun Akan Tampil di Eurovision Song Contest 2012
- Kotak Hitam Sukhoi Masih Dicari
- Manchester City Juara Liga Inggris
- Posko Evakuasi Dipindahkan



