Nasional
Protes Pembantaian Orang Utan, Pengunjukrasa Lempari Kantor Konjen Malaysia
2011-12-01 22:45:52
Protes Pembantaian Orang Utan, Pengunjukrasa Lempari Kantor Konjen Malaysia
Aksi protes terhadap pembataian orang hutan di Kalimantan Timur yang dilakukan perusahaan perkebunan milik Malaysia terus berlanjut. Kamis siang (01/12), sejumlah mahasiswa kembali berunjukrasa ke kantor Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, Sumatera Utara. Ttidak hanya mengecam tindakan tersebut, aksi ini juga diwarnai pelemparan kantor serta pembakaran replika bendera Malaysia dan foto perdana menteri negeri jiran tersebut.
berdasarkan pantauan Jakcity, usai melakukan aksi berjalan kaki berkeliling Kota Medan, pengunjukrasa yang tergabung dalam Jaringan Lingkar Mahasiswa Sumatera Utara ini, langsung memusatkan aksinya di depan kantor Konjen Malaysia di Jalan Diponegoro Medan.
Sebagai bentuk protes terhadap kasus pembantaian satwa langka yang dilindungi tersebut, para mahasiswa ini nekat menerobos blokade petugas, untuk memanjat pagar menggantungkan spanduk berisi tudingan terhadap Malaysia sebagai negara penjajah.
Bukan tanpa alasan menudin Malaysia sebagai negara penjajah, menurut mahasiswa, tidak hanya membantai orang utan, malaysia juga terus mengusik keamanan Indonesia lewat berbagai tingkahnya seperti penangkapan nelayan di perairan Indonesia, aksi klaim pulau, klaim kebudayaan tanah air, sampai penyelundupan kasus narkoba.
Untuk menyikapi hal tersebut, para mahasiswa mendesak pemerintah segera mencabut izin usaha perkebunan sawit Malaysia PT Khaleda Agroprima Malindo, yang dituding sebagai dalang pembantaian orang utan tersebut, serta mendesak Presiden SBY bersikap tegas terhadap Malaysia dalam berbagai permasalahan yang terjadi antara kedua negara.
Aksi pun mulai memanas, saat mahasiswa yang kesal dengan kondisi tersebut, melempari kantor Konjen dengan tanah. Belum puas dengan hal itu, puluhan replika bendera Malaysia dan foto perdana menteri Malaysia, turut dibakar. Bahkan kekecewaan juga dilampiaskan mahasiswa dengan menginjak-injak replika bendera.
Untuk meredam emosi para mahasiswa, sejumlah polisi pun akhirnya turun tangan dan meminta mahasiswa tidak bersikap anarkis. Setelah melakukan negosiasi, emosi mahasispun akhirnya mereda. Namun, hingga akhirnya massa aksi membubarkan diri, tidak satupun perwakilan konsulat yang menemui mereka. (yud)
- Longsor di Nias, 7 Orang Tewas dan 30 Orang Hilang
- Lima Prioritas Kerja Sama Strategis Indonesia dan Jerman
- Pembinaan Hukum Merupakan Landasan Pembangunan TNI
- Korban Jembatan Kutai Kartanegara Terus Bertambah
- Presiden SBY Menerima Kunjungan Presiden Jerman
- Lebih 4 Orang Tewas dan 30 Orang Hilang Akibat Longsor di Nias
- Eksekusi Lahan,Polisi Tembakan Gas Air Mata dan Water Canon
- 19 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat
- Jaksa Dakwa Nazaruddin Terima Suap
- SBY Berharap Guru dan Dosen Benar Benar Mampu Mendidik
- Gunung Salak dan Pesawat Terbang
- Polda Undang Semua Cagub dan Cawagub
- Polisi akan Bubarkan Konser Lady Gaga
- Tidak Ditahan Meski Sudah Divonis 2 Tahun Penjara
- Konser Lady Gaga Tak Dapat Rekomendasi Polda Metro Jaya
- Oknum Polisi Nyaris Serang Terdakwa
- Anggun Akan Tampil di Eurovision Song Contest 2012
- Kotak Hitam Sukhoi Masih Dicari
- Manchester City Juara Liga Inggris
- Posko Evakuasi Dipindahkan



