Minggu, 20 Mei 2012
Broadcast Journalism Training

Nasional

Ratusan Nelayan Protes Pembalakan Hutan Mangrove

2011-11-29 10:54:43

Di tengah program penanaman 1 miliar pohon di tanah air, Senin petang (28/11), ratusan nelayan dari Kabupaten Langkat dan Tanjung Balai, menggelar unjukrasa ke dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara. Mereka memprotes pembalakan hutan mangrove yang dilakukan 3 perusahaan perkebunan, dan merubah pertapakan arealnya menjadi lahan perkebunan sawit, lewat kolusi berdalih Konversi.

Pantauan Jakcity di kantor Dinas Kehutanan Sumatera Utara di Jalan Sisingamangaraja, tidak hanya membawa sejumlah poster bertuliskan kecaman dan protes atas pembalakan hutan mangrove dengan dalih konversi, ratusan nelayan ini mendatangi kantor tersebut, turut membawa sejumlah pohon mangrove atau pohon bakau, sebagai simbol kecaman mereka terhadap aksi pembalakan yang berlangsung secara liar.

Sayangnya, upaya nelayan yang berusaha menemui Kepala Dinas Kehutanan Propinsi secara langsung, dihadang petugas kepolisian yang melakukan pengawalan aksi.

Namun upaya tersebut tetap saja tidak menghalangi aksi para nelayan. Di hadapan sejumlah perwakilan dari dinas, para nelayan secara tegas memprotes pembalakan hutan mangrove di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tanjung Balai dan DAS di Sei Babalan, Kabupaten Langkat, seluas 30.506 meter persegi yang masuk dalam hutan register atau hutan lindung.

Apalagi, selain menjadi tempat pembenihan ikan dan biota laut, hutan mangrove di lokasi tersebut juga telah memberikan pendapatan alternatif bagi nelayan, karena dalam satu kawasan juga mampu menghasilkan 50 sampai 60 liter madu.

Namun sejak tahun 2006, kawsan tersebut dirambah oleh 3 perusahaan perkebunan sawit masing-masing UD Harapan Sawita, KUD Murni dan PT Pelita Nusantara Sejahtera, dengan dalih konversi. Akibat kondisi ini, masyarakat di 6 desa di Kabupaten Langkat, kini hidup menderita.

Atas kondisi inilah, para nelayan berharap aparat terkait dan kepolisian, segera mengambil langkah tegas untuk menindak para pelaku pembalakan. Apalagi kerusakan hutan mangrove juga bisa berdampak pada abrasi dan bencana banjir. (yud)