Minggu, 20 Mei 2012
Broadcast Journalism Training

Nasional

Berdalih Tak Mampu, Tim Medis Tolak Tangani Balita Tumor Ganas

2011-10-19 22:03:33

Kisah pilu dialami Dimas Prayoga, seorang balita asal Desa Sikampak, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara, setelah ia divonis menderita tumor ganas. Bahkan kini ia praktis tak mampu berbuat banyak, setelah tumor yang pertama tumbuh dimata, terus membesar hingga sudah menutupi sebagian wajahnya

Saat Jakcity berkunjung ke rumah saudaranya di kawasan Sunggal, Deli Serdang, tempat Dimas menumpang selama mencoba mencari tempat pengobatan di Medan, bocah berusia 4 tahun tersebut terlihat hanya terbaring lemah di lantai beralas kasur. Dengan wajah sedih seolah tak sanggup menahan beban buah hatinya, sang ibu Rismawati tampak terus mencoba menguatkan diri, untuk tetap menjaga buah hatinya.

Di antara galau kesedihan, ia tetap berusaha memanjakan putra bungsunya yang kini hidup tidak normal, layaknya seperti anak seusianya. Kendati demikian, harapannya demi kesembuhan dimas tetap besar. Sesekali dengan penuh kasih sayang, wanita ini terus membalurkan ramuan yang ke benjolan sebesar kelapa, yang kini menutupi separuh wajah putranya.

Ramuan itu dibuat sendiri  setelah dimas dikembalikan pihak rumah sakit dengan dalih tak ada dokter di Medan yang bisa melakukan pembedahan ini. Meski tidak yakin dengan usaha kecil itu, harapnya ramuan tersebut bisa mengurangi sakit yang diderita Dimas.

“Ini terjadi setahun lalu. Awalnya, benjolan ini cuma sebesar tahi lalat yang gatal di pelupuk mata. Tapi lama kelamaan justru membesar. Bahkan sejak tiga bulan terakhir. pembengkakan terjadi dalam hitungan hari” kisah Risma sambil sesakli menyeka air matanya yang tib-tiba jatuh.

Menurutnya, berbagai upaya mulai dari perawatan medis sampai di berbagai tempat pengobatan alternatif, sudah dilakukannya, tapi hasilnya tetap tidak ada. “Saya hanya bisa pasrah, karena sudah tidak tau mau dibawa kemana” ujarnya sedih.

Kini, Risma tak tahu harus mengadu ke mana. Apalagi penghasilan dari warung di rumah dan pendapatan suaminya sebagai sopir angkutan pedesaaan di Torgamba jauh dari mencukupi untuk membiaya perobatan Dimas, Kini ia hanya bisa berharap, ada dermawan yang mau membantu penderitaan mereka. (yud)

foto:yudistira