Rabu, 19 Juni 2013

Nasional

Presiden SBY: Efektivitas Kerja Harus Ditingkatkan

2011-10-19 14:16:53

Selain melakukan penataan kembali atau reshuffle kabinet, Presiden juga akan meneruskan langkah menata jajaran pemerintahan non kementerian dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dari hasil evaluasi, Presiden melihat masih ada yang belum berjalan dan perlu ditingkatkan lagi di berbagai bidang, termasuk perlunya peningkatan efektivitas kerja pemerintah.

Presiden Susilo Bambang Yufhoyono menyampaikan hal ini dalam pidato kebijakan, seusai melantik menteri dan wakil menteri hasil reshuffle, di Istana Negara, Rabu (19/10) siang. Pidato ini juga sekaligus merupakan instruksi dan arahan Presiden kepada segenap jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah.

"Besok pada tanggal 20 Oktober, KIB II genap berusia dua tahun. Selain menata kembali menteri, saya juga akan menata jajaran pemerintah non kementerian dan jajaran BUMN," kata Presiden mengawali pidatonya. "Kita ingin dengan formasi baru ini tugas yang kita emban dapat berhasil lebih baik lagi," Presiden menambahkan.

Setelah berdiskusi dengan Wapres Boediono, Dewan Pertimbangan Presiden, menteri dan pejabat terkait, Presiden telah melakukan evaluasi menyeluruh terkait kinerja jajaran pemerintahan. Ada banyak pencapaian yang diraih dalam dua tahun KIB II. “Tetapi tidak sedikit pula yang belum berjalan dengan baik," ujar Presiden SBY.

Ekonomi Indonesia, lanjut Kepala Negara, dapat selamat dari krisis perkonomian global tahun 2008-2009. Hasil penting lainnya dari evaluasi adalah perlunya dilakukan peningkatan di berbagai bidang, termasuk peningkatan efektivitas kerja pemerintah, baik di lingkungan KIB II, pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah. "Cara kerja business as usual tidak cukup. Kita harus melakukan perubahan, perbaikan, dan peningkatan atas kinerja kita," SBY menegaskan.

Perekonomian Indonesia yang sesungguhnya tumbuh baik, di atas 6 persen, kembali menghadapi dampak dari krisis perekonomian saat ini. Oleh karena itu, ujar SBY, salah satu relevansi penataan kebinet menjadi jawabannya, disampingi penataan di lingkungan lemabaga pemerintah non kementerian dan BUMN. Lainnya adalah untuk mengelola APBN dan APBD dengan lebih baik. "Agar tidak bocor dan boros," SBY mengingatkan.

Terdapat empat hal yang menjadi kepentingan utama hingga tahun 2014. Pertama, pemantapan agenda nasional dalam meningkatkan pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat, demokrasi yang semakin matang dan bermartabat, dan hukum semakin tegak disertai keadilan. Kedua, terus menjalankan strategi pembangunan ekonomi empat jalur, yakni pro pertumbuhan, pro penciptaan lapangan kerja, pro pengurangan kemiskinan, dan pro pemeliharaan lingkungan.

Hal lain yang menjadi perhatian Presiden adalah penyelamatan dan penggunaan secara tepat keuangan negara. "Agar bisa dicegah pemborosan, kebocoran, dan korupsi," kata Presiden SBY.

Keempat, harus memiliki kesiapan dan kemampuan dalam mengatasi berbagai permasalahan, baik tingkat nasional maupun internasional yang bermula dari dinamika global. "Kita harus siap, siaga, dan merespon dengan cepat setiap tantangan dan permasalahan yang mucul," Presiden menandaskan.

foto:presidensby.info