Minggu, 20 Mei 2012
Broadcast Journalism Training

Nasional

Proyek Pembangunan Permainan Dirusak Warga Medan

2011-09-28 00:28:09

  • Proyek Pembangunan Permainan Dirusak Warga Medan
  • Proyek Pembangunan Permainan Dirusak Warga Medan

Puluhan warga Jalan Mongonsidi, Kecamatan Medan Polonia, Sumatera Utara ,Selasa malam (27/9), mengobrak abrik sebuah lokasi proyek pembangunan wahana permainan keluarga, yang berdiri persis di tengah pemukiman. Amuk warga ini terjadi/ menyusul kematian seorang warga setempat, yang diduga setelah terhirup debu bangunan saat dibersihkan pihak pengembang.

Pantauan Jakcity di lokasi kejadian, emosi warga yang tinggal di kawasan Jalan Mongonsidi, Gang A, B, C dan D ini, tak lagi terbendung setelah mereka mendengar kabar kematian Sukardan, pria berusia 55 tahun, yang tinggal di Gang D, setelah diduga akibat terhirup debu bangunan mega proyek tersebut.

Setelah mendobrak gerbang lokasi bangunan, warga langsung menerobos masuk ke dalam lokasi bangunan mencari penanggungjawab proyek. sejumlah material bangunan dan perlengkapan kantor pun menjadi sasaran perusakan warga yang terlanjur marah.

Bahkan sejumlah buruh bangunan yang sedang istirahat, nyaris menjadi sasaran kemarahan warga, karena dituding sengaja menyembunyikan pimpinan mereka.

Karena tak kunjung menemukan yang mereka cari, warga yang sudah tak terkendali inipun akhirnya meminta pihak keamanan proyek, untuk menyampaikan permasalahan ini kepada pihak manajemen. Emosi warga akhirnya mereda, meski mereka mengaku belum puas, sebelum pihak perusahaan belum menegaskan tanggungjawabnya atas kematian Sukardan.

“Adekku sebelum magrib melihat orang ini membersihkan debu di atas. Jadi 2 menit setelah dirawat di rumah sakit, ia tewas akibat debu” kecam Sofia, kakak Sukardan yang ikut memprotes keberadaan proyek.

Sementara itu, terlihat ratusan warga terus berdatangan melayat jenazah Sukardan, yang disemayamkan di rumah duka. Bahkan kasus kematian warga yang diduga akibat terhirup debu proyek yang menyebar ke tengah pemukiman, terus menjadi perbincangan.

Salah seorang warga menuturkan, sejak proyek tersebut berjalan 1,5 tahun lalu, warga selalu diresahkan dengan debu bangunan proyek. Ironisnya, meski berulangkali diprotes, pihak pengembang dituding tidak peduli.

“warga disini sudah berulang kali rapat membahas kasus ini dan sudah melayangkan protes kepada pihak pengembang proyek. Namun sampai sekarang, keresahan kita tidak dipedulikan, hingga terakhir kejadian seperti ini” ucap Yuslita menyesalkan.

Beberapa jam pasca amuk warga, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pengembang. (yud)