Minggu, 20 Mei 2012
Broadcast Journalism Training

Nasional

Kasus Bom,14 Orang Diperiksa

2011-07-13 14:11:02

Pondok Pesantren Umar Bin Khatab kini sudah kosong dari para santri.Namun masih dijaga polisi yang masih melakukan penyidikan. Namun hingga Rabu (13/7) siang ini polisi belum melakukan pemeriksaan dan penyisiran di Ponpes.Polisi hanya melakukan penjagaan di sekitar lokasi Ponpes.

Sehari sebelumnya (Selasa 12/7) terjadi aksi pemblokiran yang dilakukan warga di sekitar rumah Abdullah alias Firdaus di Kecamatan Dompu, NTB,karena warga menolak menyerahkan jenazah Firdaus yan akan diotopsi polisi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam menyatakan ada provokator terkait adanya pemblokiran yang dilakukan warga di kawasan rumah Abdullah alias Firdaus di Kecamatan Dompu NTB Selasa hingga dini hari.Pemblokiran tersebut akhirnya dibubarkan oleh polisi setelah bernegosiasi terlebih dahulu.Meski tidak urung sebelumnya terjadi bentrokan antara warga dan polisi.Dalam bentrokan itu tiga polisi terluka terkena lemparan batu.

"Dari masyarakat juga ada yang terluka. Dua orang kena lemparan, satu kena tembakan, tapi tidak fatal. Situasi sudah aman terkendali," kata Anton.

Firdaus yang bekerja sebagai bendahara sekaligus pengajar tewas akibat ledakan bom rakitan di Pondok Pesantren (Ponpes) Umar bin Khattab di Kabupaten Bima. Polisi menduga masih ada bom rakitan lain dan senjata api untuk menyerang polisi.Dalam kasus ini 14 orang telah diamankan polisi.