Kolom
Kekompakan Kunci Sukses Bangsa
2012-06-06 15:21:00
Menteri BUMN, Dahlan Iskan (FOTO ANTARA)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, dibutuhkan kekompakkan untuk mempercepat kemajuan bangsa Indonesia yang telah ditakdirkan menjadi negara yang maju.
"Kekompakan adalah kunci kesuksesan, dengan kompak antara pemimpin dengan orang yang dipimpinnya akan membawa bangsa ini maju lebih cepat," kata Dahlan saat memberikan kuliah umum di Universitas Bogor, Rabu.
Dahlan menyebutkan, Indonesia telah ditakdirkan untuk menjadi bangsa yang tidak akan mungkin mundur lagi. Menurutnya kemajuan bangsa Indonesia sudah terlihat jelas.
Ia juga tidak melihat tanda atau fenomena akan kemunduran bangsa Indonesia di dunia.
"Saat ini kita hanya tinggal memilih untuk maju cepat atau maju lambat," katanya.
Menurut mantan Direktur PLN ini, Indonesia memiliki sumberdaya manusia, serta sumber daya alam yang cukup untuk mencapai kemajuan bangsa.
Saat ini, lanjut Dahlan, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan. Dimana pada 2011, tingkat ekonomi Indonesia telah mengalahkan ekonomi Belanda.
Produksi domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini sudah 800 miliar dolar AS lebih, sedangkan Belanda hanya 700 miliar dolar lebih.
"Tahun lalu tingkat ekonomi kita sudah mampu mengalahkan Belanda. Tahun depan, kapitalisasi pasar modal Indonesia juga sudah bisa mengalahkan Singapura," katanya.
Dahlan mengatakan, era kepemimpinan saat ini telah mampu membawa Indonesia tumbuh dan berkembang. Meski sejumlah pihak melihat tingkat hutang negara meningkat, namun dibalik itu semua ada prestasi yang tidak terungkap seperti peningkatan ekonomi saat ini.
Di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Pakuan, Dahlan menjabarkan, dibutuhkan kekompakan seluruh lapisan masyarakat, pemimpin dan pejabat pemerintahan untuk menjadikan Indonesia cepat maju.
Ia mengatakan, permasalahan negara ada pada manajerial saja, karena semua sudah tersedia di Indonesia.
Dahlan menambahkan, bila 75 persen saja masyarakat Indonesia kompak maka akan membentuk sebuah gerakan yang mendorong percepatan kemajuan ekonomi Indonesia.
sumber : antara
"Kekompakan adalah kunci kesuksesan, dengan kompak antara pemimpin dengan orang yang dipimpinnya akan membawa bangsa ini maju lebih cepat," kata Dahlan saat memberikan kuliah umum di Universitas Bogor, Rabu.
Dahlan menyebutkan, Indonesia telah ditakdirkan untuk menjadi bangsa yang tidak akan mungkin mundur lagi. Menurutnya kemajuan bangsa Indonesia sudah terlihat jelas.
Ia juga tidak melihat tanda atau fenomena akan kemunduran bangsa Indonesia di dunia.
"Saat ini kita hanya tinggal memilih untuk maju cepat atau maju lambat," katanya.
Menurut mantan Direktur PLN ini, Indonesia memiliki sumberdaya manusia, serta sumber daya alam yang cukup untuk mencapai kemajuan bangsa.
Saat ini, lanjut Dahlan, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan. Dimana pada 2011, tingkat ekonomi Indonesia telah mengalahkan ekonomi Belanda.
Produksi domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini sudah 800 miliar dolar AS lebih, sedangkan Belanda hanya 700 miliar dolar lebih.
"Tahun lalu tingkat ekonomi kita sudah mampu mengalahkan Belanda. Tahun depan, kapitalisasi pasar modal Indonesia juga sudah bisa mengalahkan Singapura," katanya.
Dahlan mengatakan, era kepemimpinan saat ini telah mampu membawa Indonesia tumbuh dan berkembang. Meski sejumlah pihak melihat tingkat hutang negara meningkat, namun dibalik itu semua ada prestasi yang tidak terungkap seperti peningkatan ekonomi saat ini.
Di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Pakuan, Dahlan menjabarkan, dibutuhkan kekompakan seluruh lapisan masyarakat, pemimpin dan pejabat pemerintahan untuk menjadikan Indonesia cepat maju.
Ia mengatakan, permasalahan negara ada pada manajerial saja, karena semua sudah tersedia di Indonesia.
Dahlan menambahkan, bila 75 persen saja masyarakat Indonesia kompak maka akan membentuk sebuah gerakan yang mendorong percepatan kemajuan ekonomi Indonesia.
sumber : antara
Kolom
- Gunung Salak dan Pesawat Terbang
- Potensi Kenaikan BBM dan Eskalasi Persoalan
- Sudomo, Habibie dan KRI Matjan Tutul
- Ketika Golkar kontrol DPR
- Banjir di Bandung Gara-gara Sampah
- Mengapa Terjadi Banjir di Kali Pesanggrahan dan Sekitarnya ?
- Opsi Terkait BBM Kelabui Rakyat
- Menolak atau Mendukung Kenaikan BBM
- DKI 1
- Loh Kok ? Satgas Pornografi
NEWS UPDATE
- Akun AP Di"hacked", Pasar Keuangan AS Geger
- Gara-gara Pemberitaan Jamsostek, Karyawan Di PHK
- Yuichiro, Lelaki Tertua di Dunia yang Mencapai Puncak Everest
- Panglima TNI Pimpin Sertijab KSAD ke Letjen TNI Moeldoko
- BBM Naik, Pemerintah Siapkan Dana Kompensasi Rp12,5 Triliun
- Pemerintah Usulkan Harga BBM Naik Mulai Juni
- Angklung Meriahkan HUT ke-57 AB Maroko di Kongo
- Jokowi : Rakyat butuh KJS, RS jangan coba menghambat
- Ibunda Darin Biasa Panggil Luthfi "Bos"
- Pemerintah Perluas Peta Terdampak Lumpur Lapindo


