Kolom
DPR Rok Mini
2012-03-07 14:18:00
Dpr kita kita memang lucu dan menggemaskan. Coba tengok, ditengah citranya yang makin terpuruk, tiba-tiba dpr mengeluarkan "fatwa" melarang stafnya menggunakan rok mini.
Alasannya, malah lebih lucu lagi, karena rok mini bisa menimbulkan birahi orang yang melihat dan bisa menimbulkan tindak perkosaan.
Alasannya, malah lebih lucu lagi, karena rok mini bisa menimbulkan birahi orang yang melihat dan bisa menimbulkan tindak perkosaan.
Padahal masih banyak yang harus dibenahi DPR, seperti anggota sidang yang mangkir, atau yang tertidur saat sidang, studi banding ke luar negeri yang hingga kini masih dipertanyakan karena lebih pada penghamburan uang Negara.
Atau masih adanya anggota DPR yang tersangkut korupsi. Masalah-masalah itu sudah sangat kasat mata dan sudah jadi perbincangan umum. Tapi kenapa tibna-tiba dpr lebih meilih melarang rok mini?!
Atau masih adanya anggota DPR yang tersangkut korupsi. Masalah-masalah itu sudah sangat kasat mata dan sudah jadi perbincangan umum. Tapi kenapa tibna-tiba dpr lebih meilih melarang rok mini?!
Lebih lucu lagi, larangan itu dikeluarkan, justru saat masyarakat Indonesia sedang ketar-ketir dengan rencana kenaikan bahan bakar minyak, yang akan dilaksanakan 1 April mendatang.
Masyarakat mulai membayangkan harga-harga yang beranjak naik, sementara kebutuhan hidup tak juga berkurang.
Yang pertama sekali terkena dampak kenaikan BBM adalah masyarakat luas, karena kenaikan itu akan merembet ke hampir semua aspek kehidupan. Di tengah situasi seperti itu, DPR malah Menyoal Rok Mini. Luar biasa!
Masyarakat mulai membayangkan harga-harga yang beranjak naik, sementara kebutuhan hidup tak juga berkurang.
Yang pertama sekali terkena dampak kenaikan BBM adalah masyarakat luas, karena kenaikan itu akan merembet ke hampir semua aspek kehidupan. Di tengah situasi seperti itu, DPR malah Menyoal Rok Mini. Luar biasa!
Soal pelarangan rok mini, seolah menjadi gambaran bagaimana dpr saat ini menitikkan perhatiannya.
DPR kita lebih peduli pada soal-soal sepele, tapi gagal bersikap pada soal-soal besar yang seharusnya ditangani. Itu sebabnya, wibawa dpr semakin anjlok di mata masyarakat.
Kalau soal rok mini, tidak perlu anggota dewan yang terhormat yang mengatur. Terlalu kecil persoalannya di banding gedung DPR yang mentereng.
DPR kita lebih peduli pada soal-soal sepele, tapi gagal bersikap pada soal-soal besar yang seharusnya ditangani. Itu sebabnya, wibawa dpr semakin anjlok di mata masyarakat.
Kalau soal rok mini, tidak perlu anggota dewan yang terhormat yang mengatur. Terlalu kecil persoalannya di banding gedung DPR yang mentereng.
Jangan-jangan benar ucapan Abdurahman Wahid, Gus Dur, saat beliau masih menjadi Presiden ke 3 RI, bahwa DPR tak ubahnya seperti Taman kanak-kanak.
Ucapan Gus Dur itu seolah mendapat pembuktian saat ini, anggota dewan kita masih seperti anak kecil yang asyik dengan dirinya sendiri, tanpa peduli apa yang terjadi di sekitar.
Jadi jangan bertanya soal permasalahan bangsa ke DPR, karena mereka seperti anak kecil, sehingga akan sulit untuk memberi jawaban, malah bisa jadi tidak mampu menjawab! (zbh)
Ucapan Gus Dur itu seolah mendapat pembuktian saat ini, anggota dewan kita masih seperti anak kecil yang asyik dengan dirinya sendiri, tanpa peduli apa yang terjadi di sekitar.
Jadi jangan bertanya soal permasalahan bangsa ke DPR, karena mereka seperti anak kecil, sehingga akan sulit untuk memberi jawaban, malah bisa jadi tidak mampu menjawab! (zbh)
Kolom
NEWS UPDATE
- Kementerian ESDM Sosialisaikan Kenaikan BBM Lewat SMS
- Jelang Kenaikan Harga Pertamina Jamin Stok BBM Aman
- Presiden Tunggu Laporan Tim Sosialisai Sebelum Naikkan Harga BBM
- Polisi Tahan Tanker Angkut Solar Ilegal
- Presiden Sudah Tandatangani APBN-P 2013
- Menkeu:BLSM Dicairkan per Dua Bulan Mulai Juli
- BLSM Akan Dibagi Secara Bertahap
- Pengumuman Kenaikan Harga BBM Tunggu Proses Administrasi
- Wapres Boediono: BLSM Tak Terkait Kepentingan Parpol
- Kemenkeu Bantah Ada Pembayaran Rp38 Triliun ke IMF


