International
Warga Mesir Rayakan Revolusi
2012-01-26 00:28:00
Para demonstran di Lapangan Tahrir, Kairo, ada yang bermalam sejak Selasa (24/01).
Ribuan warga Mesir memperingati satu tahun pemberontakan yang berujung pada lengsernya Presiden Husni Mubarak di Lapangan Tahrir, Kairo hari Rabu (25/01).
Sejumlah warga memperingati keberhasilan partai-partai Islam dalam pemilihan pertama pasca-Mubarak, sementara warga lainnya menyerukan reformasi politik.
Penerapan undang-undang darurat dicabut sebagian untuk menandai peringatan ini.
Mubarak saat ini tengah diadili dengan dakwaan memerintahkan pembunuhan para demonstran. Ia menyanggah semua dakwaan.
Ratusan orang yang dihukum penjara oleh Mahkamah Militer akan dibebaskan Rabu sebagai langkah konsesi kepada para pengunjuk rasa.
Hari Selasa malam, beberapa ribu orang telah berkumpul di Lapangan Tahrir, pusat demonstrasi tahun lalu.
Ribuan lainnya, bergabung Rabu (25/01) pagi dan mereka mewakili kelompok liberal dan Islamis yang mewarnai kancah politik Mesir.
Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo mengatakan sejauh ini demonstrasi berjalan damai dan seperti layaknya pesta besar dan bukan protes.
Seruan militer mundur
Para demonstran yang bermalam di Lapangan Tahrir mendirikan tenda dan meneriakkan slogan menentang Dewan Agung Militer.
Banyak yang menyerukan agar Dewan Agung Militer segera turun.
"Kami di sini bukan untuk merayakan, kami berada di sini untuk menurunkan kekuasaan militer," kata Imam Fahmy kepada kantor berita Associated Press.
"Mereka gagal dalam revolusi dan tidak memenuhi satu pun sasaran."
Demonstran lain Khaled Abdallah mengatakan kepada kantor berita Reuters, "Tentara dan polisi membunuh kami dan membungkam suara revolusi. Suara revolusi tidak akan bisa dibungkam."
Sejumlah demonstran lain meneriakkan, "Turun militer" dan "Revolusi sampai menang, revolusi di semua jalan-jalan Mesir."
Namun sebagian orang lain di Lapangan Tahrir mengatakan protes harus diakhiri dan para pemimpin baru harus diberi waktu untuk memajukan Mesir.
"Dewan Militer akan mundur, dan tentu saja revolusi belum selesai. Namun bukan berarti revolusi harus mengganggu kehidupan," kata akuntan Mohamed Othman kepada kantor berita Reuters.
sumber : bbc
Sejumlah warga memperingati keberhasilan partai-partai Islam dalam pemilihan pertama pasca-Mubarak, sementara warga lainnya menyerukan reformasi politik.
Penerapan undang-undang darurat dicabut sebagian untuk menandai peringatan ini.
Mubarak saat ini tengah diadili dengan dakwaan memerintahkan pembunuhan para demonstran. Ia menyanggah semua dakwaan.
Ratusan orang yang dihukum penjara oleh Mahkamah Militer akan dibebaskan Rabu sebagai langkah konsesi kepada para pengunjuk rasa.
Hari Selasa malam, beberapa ribu orang telah berkumpul di Lapangan Tahrir, pusat demonstrasi tahun lalu.
Ribuan lainnya, bergabung Rabu (25/01) pagi dan mereka mewakili kelompok liberal dan Islamis yang mewarnai kancah politik Mesir.
Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo mengatakan sejauh ini demonstrasi berjalan damai dan seperti layaknya pesta besar dan bukan protes.
Seruan militer mundur
Para demonstran yang bermalam di Lapangan Tahrir mendirikan tenda dan meneriakkan slogan menentang Dewan Agung Militer.
Banyak yang menyerukan agar Dewan Agung Militer segera turun.
"Kami di sini bukan untuk merayakan, kami berada di sini untuk menurunkan kekuasaan militer," kata Imam Fahmy kepada kantor berita Associated Press.
"Mereka gagal dalam revolusi dan tidak memenuhi satu pun sasaran."
Demonstran lain Khaled Abdallah mengatakan kepada kantor berita Reuters, "Tentara dan polisi membunuh kami dan membungkam suara revolusi. Suara revolusi tidak akan bisa dibungkam."
Sejumlah demonstran lain meneriakkan, "Turun militer" dan "Revolusi sampai menang, revolusi di semua jalan-jalan Mesir."
Namun sebagian orang lain di Lapangan Tahrir mengatakan protes harus diakhiri dan para pemimpin baru harus diberi waktu untuk memajukan Mesir.
"Dewan Militer akan mundur, dan tentu saja revolusi belum selesai. Namun bukan berarti revolusi harus mengganggu kehidupan," kata akuntan Mohamed Othman kepada kantor berita Reuters.
sumber : bbc
International
- Uni Eropa Setujui Embargo Minyak Iran
- Miliarder AS Warren Buffett Rayakan Imlek
- 150 Orang Tewas Akibat Bom di Nigeria
- Kelahiran Bayi di Asia akan Meningkat di Tahun Naga
- Korut akan Terima Bantuan Pangan Korsel
- SBY : Jika Menyangkut Kedaulatan Lakukan Self Defence
- Direktur Perlindungan WNI Kunjungi TNI di Lebanon
- ABK Concordia asal Indonesia Kembali ke Tanah Air
- Kapten Kapal Akui Concordia Terlambat Berbelok
- Kapten Kapal Corcordia Tahanan Rumah
NEWS UPDATE
- Gunung Salak dan Pesawat Terbang
- Polda Undang Semua Cagub dan Cawagub
- Polisi akan Bubarkan Konser Lady Gaga
- Tidak Ditahan Meski Sudah Divonis 2 Tahun Penjara
- Konser Lady Gaga Tak Dapat Rekomendasi Polda Metro Jaya
- Oknum Polisi Nyaris Serang Terdakwa
- Anggun Akan Tampil di Eurovision Song Contest 2012
- Kotak Hitam Sukhoi Masih Dicari
- Manchester City Juara Liga Inggris
- Posko Evakuasi Dipindahkan



