Minggu, 20 Mei 2012
Broadcast Journalism Training

International

Presiden SBY Lakukan Video Tele Conference dengan Pasukan TNI di Lebanon

2011-12-20 10:47:59

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  meminta kepada Komandan Kontingen Garuda beserta seluruh Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, untuk melaksanakan tugas dengan baik, tetap netral dan Profesional.

Presiden meminta agar jangan lengah, tetap waspada, junjung tinggi nama dan kehormatan bangsa kita di mata international.

“Saya bersyukur dan gembira Kontingen Indonesia, kontingen terbesar dan ini sesuai dengan diplomasi kita, waktu memperjuangkan genjatan senjata dan kemudian mengirimkan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian”, tegas Presiden saat berdialog dengan anggota TNI  kontingen Garuda yang bertugas di Lebanon, melalui  Video Tele Conference (VTC) bertepatan dengan peresmian gedung Pusat Misi Pemeliharaan Perdamain (PMPP) TNI di Sentul Selatan-Bogor, Senin (19/12) .

Dalam wawancara jarak jauh tersebut, Komandan Kontingen Garuda TNI Kolonel Darmawan Bhakti mengatakan, Indonesia merupakan  pengirim pasukan terbesar yang diikuti oleh Perancis, Italy dan Spanyol.

Di Lebanon, Kontingen Indonesia terbagi dalam tujuh Satgas, antara lain : Indobatt (Indonesia Batalyon), Indo FPC (Force Protection Company), Indo MP (Military Police), FHQSU (Force Head Quarter Suport Unit) serta  Milstaf dan Cimic.

Turut mendampingi dalam VTC tersebut antara lain : Dubes RI yang berkuasa penuh di Lebanon Bapak Drs. Dimas Samudra, Deputy Force Commander UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) Brigade General Asercito Bonfanti, Wadan Sektor Timur Unifil  Kolonel Inf Ahmad Marzuki, Dansatgas Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarto serta Perwira Staf yang  tergabung dalam pasukan Unifil di Lebanon Selatan.

foto : puspen tni