Kamis, 20 Juni 2013

International

Presiden SBY : KTT ASEAN akan Lebih Membumi

2011-11-15 12:04:50

Tidak bisa dihindari, pembicaraan dalam KTT ke-19 ASEAN di Bali nanti akan merupakan rangkaian pertemuan-pertemuan sejenisnya yang saling terkait, seperti G-20 dan APEC. Isu utamanya adalah mengatasi dampak krisis global dan membangun tatanan yang lebih berimbang. Namun, Presiden menginginkan KTT ASEAN nanti lebih membumi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam keterangan pers kepada media Indonesia, di Hotel Trump Internasional, Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, Minggu (13/11) malam waktu setempat. Presiden juga menjelaskan hasil KTT ke-19 APEC 2011.

"Sebenarnya, mulai dari G-20 di Cannes, APEC di Honolulu, dan nanti KTT ASEAN dan East Asia Summit di Bali itu berada dalam satu rangkaian yang memiliki kaitan satu sama lain," kata Presiden SBY.

Forum G-20 dibuat pada tahun 2008 dengan tujuan untuk memecahkan permasalahan global secara kolektif. Walaupun fokusnya adalah ekonomi. Dalam KTT G-20 Cannes, Perancis, dibahas isu-isu pertumbuhan perekonomian dunia yang melambat, sektor keuangan dan pasar uang dunia yang tidak stabil, serta tidak berimbangnya perekonomian dunia. "Hal ini berdampak langsung maupun tidak langsung bagi semua negara. Bagi negara berkembang, negara yang memiliki kesulitan internal, ini bisa berdampak lebih serius lagi, misalnya meningkatnya kemiskinan. Kemudian tujuan dari pembangunan yang tidak bisa dicapai seperti Millenium Development Goals, permasalahan soisal, politik, maupun keamanan publik yang sering terganggu," Presiden menjelaskan.

Dalam KTT di Honolulu, APEC telah menyiapkan sebuah kerangka kerja dan rencana aksi secara global maupun kawasan. "Pertemuan APEC di Honolulu sebenarnya, meskipun ada agenda-agenda tradisional yang kita bahas dari satu pertemuan ke pertemuan lain, tetapi tentu ini mengalir dari apa yang telah kita sepakati di Cannes," SBY menambahkan. Para pemimpin APEC mempertimbangkan hasil dari pertemuan G-20.

Pada sesi pertama Leaders Meeting, siang tadi di Hawaii, dibahas situasi perekonomian global, termasuk bagaimana bisa kembali menjaga dan meningkatkan pertumbuhan, menciptakan lapangan pekerjaan, pekerjan dan pertumbuhan. "Lantas setelah itu kita berdiskusi lagi, melihat keuangan global seperti ini, bagaimana kita bisa menciptakan stabilitas, reformasi peraturan seperti apa yang harus kita laksanakan. Dengan demikian tidak menjadi penghalang bagi peningkatan pertumbuhan global lagi," Presiden SBY menuturkan.

Senin (14/11) pagi waktu Hawaii atau Selasa (15/11) dini hari di Indonesia, Presiden dan delegasi akan kembali ke tanah air, menuju Bali. Indonesia menjadi tuan rumah KTT ke-19 ASEAN beserta pertemuan rangkaiannya. Apa yang telah dihasilkan pada forum G-20 Cannes dan KTT APEC Honolulu tidak terlepas akan menjadi bahan diskusi.

"Oleh karena itu nanti diakhir dari KTT ASEAN, KTT Asia Timur, ASEAN plus, termasuk pertemuan ASEAN-PBB dan ASEAN-Amerika, saya juga akan menyampaikan konferensi di Bali nanti akan lebih menukik, lebih membumi (down to earth) karena memang kita akan sudah bicara implementasinya seperti apa, kebijakan yang dikembangkan secara bersama juga seperti apa," SBY menandaskan.

foto:presidensby.info