International
Harga Pangan pada Titik Bahaya
2011-02-16 07:43:57
Harga Pangan pada Titik Bahaya
BANK Dunia mengatakan kenaikan harga pangan membuat 44 juta orang lagi jatuh miskin sejak bulan Juni tahun lalu.
Indeks pangan Bank Dunia naik pesat sebesar 15% selama empat bulan terakhir ini saja, dan kini hanya sedikit di bawah tingkat ketika terjadi krisis pangan terakhir, tiga tahun lalu.
Presiden Bank Dunia Robert Zoellick mengatakan harga pangan mencapai tingkat membahayakan.
Dia menambahkan kenaikan harga pangan ini memberikan tekanan pada golongan masyarakat yang paling rentan, yang menghabiskan lebih dari separuh pendapatannya untuk makanan.
"Harga pangan dunia melambung dengan tingkat membahayakan dan mengancam puluhan juta penduduk miskin di dunia," kata Zoellick di Washington.
Memperburuk situasi
Inflasi kenaikan harga pangan yang terjadi secara cepat pada 2008 menyulut kerusuhan di sejumlah negara.
Pada waktu itu, Bank Dunia memperkirakan 125 juta orang berada dalam kemiskinan ekstrim.
Namun Bank Dunia mengatakan harga pangan sekarang ini tidak setinggi waktu itu, atau 3% lebih rendah dari harga pada 2008, walaupun harga pangan sekarang 27% lebih tinggi dibanding harga tahun lalu.
Presiden Bank Dunia juga mengatakan kenaikan harga pangan memperburuk kerusuhan di Timur Tengah, meski bukan faktor utama.
Menurutnya, harga pangan akan tetap meningkat antara lain karena adanya larangan ekspor oleh sebagian negara dan gangguan cuaca.
Bank Dunia menyerukan kepada negara-negara G20 agar membahas persoalan ini dalam pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Paris pekan ini.
teks dan foto: bbc.co.uk- Panglima TNI Tutup Latgab 2013
- DPRD DKI Interpelasi Jokowi
- Farhat Abas Jadi Tersangka
- Perkiraan Susunan Pemain Bayern vs Dortmund
- Rusia Diguncang Gempa 8,2 Skala Richter
- Agus Marto Fokus Jaga Inflasi Rendah dan Stabil
- Agus Martowardojo Resmi Jadi Gubernur BI
- 99,48 Persen Peserta UN SMA/MA Dinyatakan Lulus
- Presiden Perintahkan Temuan Situs Gunung Padang Segera Ditindaklanjuti
- Akun AP Di"hacked", Pasar Keuangan AS Geger


