Features
WWF : Untuk Pertama Kalinya Pesut Kalbar Teridentifikasi
2012-02-10 17:32:00
Keberadaan pesut di perairan tersebut belum pernah diketahui sebelumnya (foto: Syahirsyah/WWF-Indonesia)
Selain menemukan pesut Orcaella brevirostris atau Irrawaddy dolphin, tim survei juga menemukan satu kelompok lumba-lumba putih atau lumba-lumba punggung bungkuk Sousa chinensis di perairan tersebut, sebuah indikasi keragaman hayati ekosistem air tawar/payau yang tinggi di perairan sebelah barat Pulau Kalimantan itu.
"Keberadaan pesut di kawasan perairan tersebut belum pernah diketahui sebelumnya, sehingga studi awal ini merupakan langkah menggembirakan," kata Albertus Tjiu, ahli konservasi satwa dari WWF-Indonesia yang juga terlibat secara aktif dalam survei tersebut.
Ancaman utama populasi pesut di perairan Kubu Raya dan Kayong Utara di antaranya adalah konversi hutan mangrove habitat satwa tersebut untuk bahan baku industri arang, degradasi habitat hutan sekitar perairan untuk bahan baku bubur kertas (pulp) komersial, aktivitas lalu lintas air yang tinggi dan dapat menimbulkan stres bagi satwa tersebut, serta tercemarnya air sungai.
"Pelaku usaha yang beroperasi di sekitar perairan itu harus menerapkan praktek pengelolaan usaha yang ramah lingkungan atau best management practices serta memperhatikan sumber-sumber bahan bakunya agar tidak mengancam kelestarian hutan bakau dan perairan tersebut pada umumnya," kata Albert menambahkan.
Ada dua species pesut di dunia yaitu Orcaella brevirostris dan Orcaella heinsohni (Snubfin dolphin), untuk perairan-perairan di Indonesia umumnya dihuni oleh Populasi Orcaella brevirostris.
Diperkirakan populasi tertinggi pesut terdapat di perairan hutan bakau Sundabarn, Bangladesh dan India dengan populasi sekitar 6000 ekor. Adapun populasi lainnya terdapat di Sungai Mekong Kambodia yaitu sekitar +/- 70 ekor, kemudian di Sungai Ayeyawardi di Myanmar dan Sungai Mahakam Kalimantan Timur. Ketiga lokasi ini dikategorikan memiliki populasi paling kritis (Critically Endangered), sedangkan lainnya dikategorikan sebagai rentan (Vulnerable).
"Perairan Kubu Raya dan Kayong Utara habitat pesut berada di hilir kawasan Heart of Borneo yang berada di wilayah Indonesia. Kelestarian hutan di daerah hulu sungai juga menjadi faktor yang sangat penting demi terpeliharanya ekosistem air tawar di bagian hilir dimana terdapat habitat pesut," kataTri Agung Rooswiadji, Koordinator Konservasi Air Tawar WWF-Indonesia.
Sejak 2009 hingga saat ini WWF-Indonesia, BPSPL dan mitra lainnya telah melakukan kajian mengenai populasi dan habitat pesut di Kalimantan yaitu di Sungai Sesayap Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur pada 2009-2010, dan Kubu Raya & Kayong Utara, Kalimantan Barat pada bulan Oktober 2011.
sumber : wwf indonesia
- Kekasih gelap JFK menulis buku
- Film Suu Kyi Banjiri Pasar Gelap Burma
- 29 Tahun Berpisah, Kembar Asal Semarang Bersatu di Swedia
- Perusahaan di Sukoharjo Produksi Seragam Militer untuk 27 Negara di Dunia
- Robot Becak Indonesia Menang di Kompetisi Internasional
- Monyet Kalimantan yang Punah, Ditemukan Kembali
- Benteng Bersejarah, Obyek Wisata yang Terlupakan
- Sendang Sono
- Indahnya Dieng Plateau
- Tujuh Tahun Hilang Akibat Tsunami Aceh, Seorang Anak Akhirnya Ditemukan
- Gunung Salak dan Pesawat Terbang
- Polda Undang Semua Cagub dan Cawagub
- Polisi akan Bubarkan Konser Lady Gaga
- Tidak Ditahan Meski Sudah Divonis 2 Tahun Penjara
- Konser Lady Gaga Tak Dapat Rekomendasi Polda Metro Jaya
- Oknum Polisi Nyaris Serang Terdakwa
- Anggun Akan Tampil di Eurovision Song Contest 2012
- Kotak Hitam Sukhoi Masih Dicari
- Manchester City Juara Liga Inggris
- Posko Evakuasi Dipindahkan





