Features
Film Suu Kyi Banjiri Pasar Gelap Burma
2012-02-04 12:50:00
Film The Lady dibintangi artis kelahiran Malaysia, Michelle Yeoh.
Film tentang perjuangan Aung San Suu Kyi, The Lady, yang dibintangi Michelle Yeoh, kini membanjiri pasar gelap Burma dalam bentuk DVD bajakan.
"Kualitas DVD film tersebut sebenarnya tidak begitu bagus. Namun orang-orang tetap saja membelinya," kata salah seorang pedagang DVD di Yangon, kepada kantor berita AFP, hari Jumat (3/2).
Beberapa pihak mengatakan peredaran film Aung Saan Suu Kyi di Yangon, meski dalam bentuk bajakan, bisa dikatakan salah satu tanda kemajuan di Burma.
Sebelumnya masyarakat bahkan tidak bisa berbicara terbuka tentang tokoh gerakan prodemokrasi yang meraih Hadiah Nobel Perdamaian tersebut.
Kini foto Aung San Suu Kyi sering menghiasi halaman depan koran dan majalah.
Poster Suu Kyi juga bebas dijual di berbagai sudut Yangon.
Mengejutkan
Ia menjelaskan seiring dengan kran keterbukaan yang perlahan-lahan dibuka pemerintah, orang-orang mulai berbicara tentang Aung Sang Suu Kyi, termasuk menjual DVD film tentang dirinya.
"Di masa lalu kita tidak bisa bebas menjual hal-hal yang berbau Aung San Suu Kyi." Pedagang DVD di Yangon
Namun ia masih was-was. "Kalau kami diperingatkan, kami tentu tidak berani menjual DVD ini," katanya.
Perjuangan Aung San Suu Kyi mewujudkan demokrasi di Burma ditebus dengan biaya mahal.
Suaminya meninggal di Inggris pada 1999 dan menjelang kematiannya, sang suami tidak diizinkan untuk menemuinya di Burma.
Film The Lady berkisah tentang perjalanan hidup Aung San Suu Kyi sejak kembali ke Burma pada 1988.
Partai yang ia pimpin menang pemilu pada 1990 namun rezim militer yang berkuasa menolak memberikan pengakuan.
Yang terjadi kemudian adalah ia lebih banyak menghabiskan waktu menjalani tahanan rumah hingga akhir 2010.
Rezim militer menggelar pemilu pada November 2010 yang menghasilkan pemerintah sipil, meski sebagian besar dari mereka adalah para pensiunan jenderal.
Suu Kyi sendiri memprotes pemilu dan melancarkan boikot.
Pemerintah mengejutkan banyak pengamat ketika dalam beberapa bulan terakhir mengizinkan Suu Kyi kembali berpolitik, menandatangani perjanjian damai dengan etnik minoritas, dan membebaskan ratusan tahanan politik.
sumber :bbc
"Kualitas DVD film tersebut sebenarnya tidak begitu bagus. Namun orang-orang tetap saja membelinya," kata salah seorang pedagang DVD di Yangon, kepada kantor berita AFP, hari Jumat (3/2).
Beberapa pihak mengatakan peredaran film Aung Saan Suu Kyi di Yangon, meski dalam bentuk bajakan, bisa dikatakan salah satu tanda kemajuan di Burma.
Sebelumnya masyarakat bahkan tidak bisa berbicara terbuka tentang tokoh gerakan prodemokrasi yang meraih Hadiah Nobel Perdamaian tersebut.
Kini foto Aung San Suu Kyi sering menghiasi halaman depan koran dan majalah.
Poster Suu Kyi juga bebas dijual di berbagai sudut Yangon.
Mengejutkan
Ia menjelaskan seiring dengan kran keterbukaan yang perlahan-lahan dibuka pemerintah, orang-orang mulai berbicara tentang Aung Sang Suu Kyi, termasuk menjual DVD film tentang dirinya.
"Di masa lalu kita tidak bisa bebas menjual hal-hal yang berbau Aung San Suu Kyi." Pedagang DVD di Yangon
Namun ia masih was-was. "Kalau kami diperingatkan, kami tentu tidak berani menjual DVD ini," katanya.
Perjuangan Aung San Suu Kyi mewujudkan demokrasi di Burma ditebus dengan biaya mahal.
Suaminya meninggal di Inggris pada 1999 dan menjelang kematiannya, sang suami tidak diizinkan untuk menemuinya di Burma.
Film The Lady berkisah tentang perjalanan hidup Aung San Suu Kyi sejak kembali ke Burma pada 1988.
Partai yang ia pimpin menang pemilu pada 1990 namun rezim militer yang berkuasa menolak memberikan pengakuan.
Yang terjadi kemudian adalah ia lebih banyak menghabiskan waktu menjalani tahanan rumah hingga akhir 2010.
Rezim militer menggelar pemilu pada November 2010 yang menghasilkan pemerintah sipil, meski sebagian besar dari mereka adalah para pensiunan jenderal.
Suu Kyi sendiri memprotes pemilu dan melancarkan boikot.
Pemerintah mengejutkan banyak pengamat ketika dalam beberapa bulan terakhir mengizinkan Suu Kyi kembali berpolitik, menandatangani perjanjian damai dengan etnik minoritas, dan membebaskan ratusan tahanan politik.
sumber :bbc
Features
- 29 Tahun Berpisah, Kembar Asal Semarang Bersatu di Swedia
- Perusahaan di Sukoharjo Produksi Seragam Militer untuk 27 Negara di Dunia
- Robot Becak Indonesia Menang di Kompetisi Internasional
- Monyet Kalimantan yang Punah, Ditemukan Kembali
- Benteng Bersejarah, Obyek Wisata yang Terlupakan
- Sendang Sono
- Indahnya Dieng Plateau
- Tujuh Tahun Hilang Akibat Tsunami Aceh, Seorang Anak Akhirnya Ditemukan
- Dibuka Perpustakaan Isaac Newton Online di Cambridge
- Emas Untuk Pengumpul Kotoran Anjing di Taiwan
NEWS UPDATE
- Gunung Salak dan Pesawat Terbang
- Polda Undang Semua Cagub dan Cawagub
- Polisi akan Bubarkan Konser Lady Gaga
- Tidak Ditahan Meski Sudah Divonis 2 Tahun Penjara
- Konser Lady Gaga Tak Dapat Rekomendasi Polda Metro Jaya
- Oknum Polisi Nyaris Serang Terdakwa
- Anggun Akan Tampil di Eurovision Song Contest 2012
- Kotak Hitam Sukhoi Masih Dicari
- Manchester City Juara Liga Inggris
- Posko Evakuasi Dipindahkan



